Pemerintah Siapkan Solusi Alternatif Kurangi Konsumsi LPG 3 kg
Kementerian ESDM mempersiapkan alternatif penggunaan energi untuk menekan konsumsi LPG 3 kg, menyusul kesepakatan anggaran 8 juta metrik ton yang diproyeksikan tak cukup untuk kebutuhan 2026.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 15.40 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 4x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan berbagai alternatif penggunaan energi guna menurunkan ketergantungan terhadap LPG 3 kg, khususnya dalam konteks kenaikan konsumsi yang melebihi kuota anggaran. Langkah strategis yang sedang dipersiapkan meliputi pemanfaatan gas alam cair (CNG) 3 kg, kompor listrik, serta pengembangan infrastruktur jaringan gas dan pipa transmisi. Upaya ini sejalan dengan kebijakan pengurangan impor dan pemastian ketersediaan pasokan domestik.
Kesepakatan anggaran LPG 3 kg untuk tahun 2026 sebesar 8 juta metrik ton, yang lebih rendah dari usulan awal sebesar 8,9 juta metrik ton, menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah. Realisasi penyaluran hingga Juli 2026 telah mencapai 5,05 juta ton, dengan proyeksi akhir tahun akan menembus 8,677 juta ton—lebih tinggi dari kuota yang ditetapkan. Angka ini menunjukkan tekanan terhadap alokasi subsidi dan keterbatasan pasokan yang berpotensi memengaruhi stabilitas harga serta ketersediaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM menyatakan bahwa proyeksi konsumsi LPG 3 kg pada tahun 2027 diperkirukan akan meningkat lebih jauh dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini memperkuat urgensi transformasi energi yang lebih berkelanjutan, termasuk perluasan akses ke sumber energi alternatif. Pemerintah dan DPR RI tetap konsisten pada asumsi volume LPG 3 kg untuk APBN 2027 yang sama dengan tahun 2026, yakni 8 juta metrik ton, tanpa adanya penyesuaian.
Peningkatan efisiensi dan akurasi data penerima subsidi juga menjadi fokus utama untuk memastikan distribusi tepat sasaran. Upaya ini dilakukan guna menghindari pemborosan anggaran dan memastikan bahwa bantuan energi benar-benar sampai kepada kelompok yang membutuhkan. Dengan dukungan teknologi dan perencanaan strategis, pemerintah berkomitmen menyeimbangkan kebutuhan energi nasional dengan keberlanjutan fiskal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Bantuan Rp1,7 Miliar Disalurkan untuk Pemulihan NTT
Kemenko Pangan bersama mitra salurkan bantuan senilai Rp1,7 miliar untuk masyarakat terdampak gempa di NTT, mencakup dana tunai, barang, dan dukungan infrastruktur rumah ibadah.
25 September 2026

Subsidi LPG 3 Kg Dipangkas, Pemerintah Dorong Transisi ke Energi Alternatif
Pemerintah menurunkan anggaran dan volume subsidi LPG 3 kg tahun depan sebagai bagian dari strategi transisi energi berkelanjutan dan pengurangan ketergantungan impor.
25 September 2026

Stray Kids Diterima Presiden Meksiko, Disebut Mirip BTS
Grup K-pop Stray Kids bertemu Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum dalam kunjungan resmi Presiden Korea Selatan ke negara itu, dengan sang kepala negara memuji popularitas mereka yang menyerupai BTS.
25 September 2026

IKD Jadi Fondasi Verifikasi Bantuan Sosial di Jawa Timur
Pemerintah memperkuat Identitas Kependudukan Digital sebagai dasar verifikasi data perlindungan sosial di Jawa Timur dengan pendampingan dan sinergi lintas instansi.
25 September 2026
Berita Lainnya

Rupiah Menguat di Akhir Pekan, Dolar AS Melemah
Jumat, 25 September 2026, 17.47 WITA

IHSG Anjlok Lebih dari 1% Jelang Penutupan Pepekan
Jumat, 25 September 2026, 17.47 WITA

Ram Jethmal Punjabi Perkuat Kepemilikan Saham RAAM
Jumat, 25 September 2026, 17.47 WITA

IHSG Terpuruk 0,82% ke 6.247 di Akhir Pekan
Jumat, 25 September 2026, 17.46 WITA

Aturan Baru Pelaporan Insidental Resmi Berlaku 1 Oktober
Jumat, 25 September 2026, 17.46 WITA

OJK Jelaskan Mekanisme Transaksi Saham BYAN di Pasar Negosiasi
Jumat, 25 September 2026, 17.46 WITA

KAI Usulkan Impor KRL Bekas Jepang untuk Atasi Kekurangan Armada
Jumat, 25 September 2026, 17.46 WITA

Imbal Hasil Obligasi AS Tembus Puncak 22 Tahun
Jumat, 25 September 2026, 17.46 WITA

