Pemerintah Tekankan Tak Buka Hutan Primer untuk Pangan Nasional
Menteri Pertanian menegaskan tidak akan membuka hutan primer demi produksi pangan, dengan fokus pada pengembangan lahan rawa mineral seluas 2 juta hektare.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 23.02 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 19x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah menegaskan komitmen kuat untuk tidak membuka hutan primer guna menunjang produksi pangan nasional. Pernyataan ini disampaikan secara tegas oleh Menteri Pertanian dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, menjawab pertanyaan langsung dari kepala negara mengenai rencana perluasan lahan pertanian. Jawaban tegas diberikan saat disinggung soal kemungkinan ekspansi lahan di kawasan hutan primer.
Penekanan terhadap perlindungan hutan primer dilakukan sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam menjaga keberlanjutan ekosistem dan keseimbangan lingkungan. Ganti lahan yang dimaksud bukan dari kawasan hutan alam, melainkan kawasan rawa mineral yang telah dipetakan sebelumnya. Total area yang disiapkan mencapai dua juta hektare, dengan target pengembangan tahap pertama sebesar 500 ribu hektare.
Kerja sama strategis telah dilakukan dengan TNI dan Kementerian Pertahanan untuk memulai eksekusi di lahan tersebut. Proyek ini dirancang untuk memastikan ketahanan pangan bagi populasi hingga 500 juta jiwa di masa depan. Fokus utama bukan hanya pada beras, tetapi juga komoditas pangan strategis lain seperti jagung dan kedelai.
Dengan memanfaatkan lahan rawa mineral yang tidak termasuk kawasan gambut, pemerintah berupaya mengoptimalkan potensi tanah tanpa merusak ekosistem asli. Pendekatan ini menunjukkan keseimbangan antara kebutuhan pangan nasional dan pelestarian lingkungan, sekaligus menegaskan bahwa pertumbuhan sektor pertanian tidak harus berjalan di atas kerusakan alam.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Pemerintah membangun 66 unit hunian tetap di dua lokasi di Lhokseumawe untuk memulihkan tempat tinggal warga terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025.
24 Oktober 2026

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 99,8 persen, namun sekitar 11.000 desa dan dusun masih belum terjangkau listrik, dengan target pemerintah menyediakan akses listrik untuk semua hingga 2029.
24 Oktober 2026

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Pemerintah siap menghadapi dampak La Nina melalui kesiapan infrastruktur dan kolaborasi nasional untuk menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
24 Oktober 2026

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam meraih penghargaan terbaik dalam kategori Tata Kelola dan Kepatuhan di ajang Penghargaan Energi Subroto 2026.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

