Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemerintah Tutup 1.288 SPPG Tak Memenuhi Standar Higiene

Pemerintah resmi menutup 1.288 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) karena tidak memenuhi standar higiene sanitasi, sebagai bagian dari reformasi tata kelola Makan Bergizi Gratis.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 14.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pemerintah Tutup 1.288 SPPG Tak Memenuhi Standar Higiene
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah mengambil langkah tegas dalam perbaikan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menutup secara permanen 1.288 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memenuhi standar operasional. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil audit menyeluruh terhadap seluruh unit layanan, di mana 833 SPPG telah ditutup sebelumnya, dan 455 lainnya akan disertifikasi penutupan permanen. Penutupan ini menjadi bagian dari upaya sistematis untuk menjamin keamanan pangan dan kualitas layanan program.

Ketentuan utama yang menjadi dasar penutupan adalah kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), yang kini menjadi syarat mutlak bagi setiap SPPG untuk tetap beroperasi. SLHS merupakan bukti bahwa tempat produksi pangan telah memenuhi standar kesehatan lingkungan, termasuk proses pengolahan, penyimpanan, dan distribusi makanan. Proses perolehan sertifikat melibatkan pelatihan, inspeksi lapangan, uji laboratorium terhadap air baku, serta pemenuhan rekomendasi perbaikan dari dinas kesehatan setempat.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa keputusan penutupan tidak memandang latar belakang atau pemilik SPPG, melainkan murni berdasarkan kinerja sistem. “Ini bukan urusan siapa yang mengelola, tapi apakah sistemnya memenuhi standar. Jika tidak, maka tutup. Tidak ada kompromi,” tegasnya. Penekanan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menegakkan konsistensi dan transparansi dalam pelaksanaan program nasional yang menjangkau ratusan ribu pelajar.

Dukungan dari pakar kebijakan publik menilai langkah ini sebagai bagian penting dari pembenahan tata kelola jangka panjang. Menurut analis dari lembaga kebijakan publik, penutupan SPPG yang tidak layak meski mengurangi kapasitas jangka pendek, justru akan memperkuat kredibilitas program secara keseluruhan. Dengan mengedepankan standar keamanan pangan, MBG diharapkan mampu menciptakan kepercayaan publik dan memastikan bahwa setiap porsi makanan yang disediakan benar-benar aman dan bergizi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya