Pemerintah Usulkan Kuota Solar Subsidi 2027 Naik Jadi 19 Juta KL
Pemerintah mengusulkan kenaikan kuota solar subsidi tahun 2027 menjadi 19 juta kiloliter untuk menjaga aksesibilitas energi di sektor strategis dan wilayah terdampak.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 10.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengusulkan peningkatan volume bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2027 sebesar 19,561 juta kiloliter. Rinciannya mencakup solar subsidi sebesar 19 juta KL dan minyak tanah sebanyak 0,561 juta KL, mengalami kenaikan dibandingkan realisasi tahun 2026 yang mencapai 18,64 juta KL untuk solar dan 0,53 juta KL untuk minyak tanah.
Peningkatan ini didasarkan pada analisis terhadap realisasi penyaluran dan proyeksi kebutuhan masyarakat yang terus tumbuh, khususnya di sektor transportasi, pertanian, perikanan, serta layanan publik. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa angka tersebut merupakan hasil perhitungan yang matang guna menjaga ketersediaan energi yang terjangkau bagi masyarakat.
Pemerintah juga mempertahankan besaran subsidi solar sebesar Rp 1.000 per liter, sama seperti tahun berjalan. Keputusan ini diambil untuk menstabilkan harga jual eceran dan mencegah dampak lanjutan terhadap biaya produksi di sektor-sektor vital, termasuk transportasi darat, perkeretaapian, dan aktivitas usaha mikro. Dengan harga tetap, diharapkan tidak terjadi lonjakan biaya yang berdampak pada inflasi dan kesejahteraan masyarakat.
Peningkatan alokasi minyak tanah ditujukan khusus untuk wilayah Indonesia Timur seperti Maluku, Papua, dan sebagian wilayah Sulawesi, di mana penggunaannya masih dominan. Pemerintah menilai kenaikan kuota tersebut sebagai bentuk keadilan sosial, karena masyarakat di daerah tersebut belum sepenuhnya beralih ke alternatif energi lain. Upaya ini diharapkan mempercepat akses energi bersih sambil tetap menjaga keberlanjutan konsumsi energi di daerah terpencil.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pramono Ajak Warga Dukung JRF 2026, Jakarta Semakin Diperhitungkan Global
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melepas ribuan peserta JRF 2026 dan turut berlari kategori 10K, menegaskan peningkatan kepercayaan dunia terhadap Jakarta sebagai penyelenggara ajang olahraga internasional.
26 Oktober 2026

PDIP dan Gerindra Soroti Dampak Putusan MK Soal Ijazah Wapres Gibran
Putusan MK yang tak temukan ijazah sah Gibran tak cukup untuk gugurkan jabatannya, sebut PDIP dan Gerindra, sambil menekankan pentingnya menjaga stabilitas politik dan konstitusi.
26 Oktober 2026

Indonesia Kecam Serangan Teror di Gereja Yordania
Pemerintah Indonesia mengecam tegas serangan teroris di gereja Ortodoks Karak, Yordania, yang menewaskan delapan orang dan melukai 27 lainnya, serta menyampaikan dukungan penuh kepada pemerintah dan rakyat Yordania.
26 Oktober 2026

Serikat Buruh Diminta Kawal Implementasi UU Ketenagakerjaan Baru
Menteri Ketenagakerjaan mengajak seluruh serikat pekerja turut mengawal pelaksanaan UU Pelindungan Ketenagakerjaan yang telah disahkan Oktober 2026.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

Tito Karnavian Masuk Lima Menteri dengan Kinerja Terbaik Menurut Survei
Senin, 26 Oktober 2026, 12.27 WITA

18 Orang Diamankan dalam Gerebek Narkoba di Kampung Madani
Senin, 26 Oktober 2026, 12.26 WITA

Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, Penindakan Wajib Direkam
Senin, 26 Oktober 2026, 12.26 WITA

Mekanik Tangerang Kaget Dapat Tagihan Pajak McLaren Rp137 Juta
Senin, 26 Oktober 2026, 12.25 WITA

Pria di Madiun Tewaskan Istri Siri dan Anaknya dengan Cara Sadis
Senin, 26 Oktober 2026, 12.25 WITA
Paus Serukan Hentikan Perang di Yaman dan Doakan Korban Penembakan Yordania
Senin, 26 Oktober 2026, 12.24 WITA

Lima Karyawan Indonesia Pelajari Integrasi Energi Bersih di China
Senin, 26 Oktober 2026, 12.24 WITA

BEI Konfirmasi Indonesia Tetap di Kategori Pasar Berkembang Sekunder
Senin, 26 Oktober 2026, 12.23 WITA

