Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemerintah Usulkan Subsidi Listrik Rp117,84 Triliun untuk 2027

Pemerintah mengusulkan anggaran subsidi listrik sebesar Rp117,84 triliun dalam RAPBN 2027 berdasarkan asumsi harga minyak dan nilai tukar tertentu.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 22.07 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pemerintah Usulkan Subsidi Listrik Rp117,84 Triliun untuk 2027
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah telah mengusulkan anggaran subsidi listrik sebesar Rp117,84 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2027. Angka ini dirancang berdasarkan asumsi makro yang mencakup harga minyak mentah Indonesia (ICP) sebesar US$75 per barel, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebesar Rp17.500, serta tingkat inflasi sekitar 2,5 persen. Penetapan angka ini menjadi dasar perhitungan kebutuhan pendanaan untuk menjaga akses listrik terjangkau bagi masyarakat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menyampaikan bahwa jika asumsi harga minyak dunia melampaui perkiraan, khususnya jika ICP naik menjadi US$80 per barel, maka kebutuhan subsidi listrik bisa meningkat. Hal ini karena kenaikan harga minyak global berdampak langsung pada biaya produksi listrik, terutama yang bergantung pada bahan bakar fosil. Oleh karena itu, pemerintah mempertimbangkan skenario penyesuaian anggaran jika kondisi pasar berubah secara signifikan.

Upaya pengendalian tekanan anggaran juga dilakukan melalui optimasi nilai tukar rupiah. Pemerintah berharap nilai tukar tidak mengalami koreksi besar yang bisa memperparah beban subsidi. Dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI, Menteri menyatakan bahwa stabilitas nilai tukar menjadi faktor krusial dalam menjaga keseimbangan anggaran negara, terutama dalam konteks ketergantungan terhadap komoditas energi.

Selain subsidi listrik, pemerintah juga mengusulkan target lifting minyak dan gas bumi sebesar 1,564 juta barel setara minyak per hari pada 2027. Rinciannya mencakup produksi minyak bumi sekitar 612.500 barel per hari dan gas bumi sebanyak 954 ribu barel setara minyak per hari. Di sisi lain, volume BBM bersubsidi yang diusulkan mencapai 19,561 juta kiloliter, terdiri dari minyak tanah 0,561 juta kiloliter dan solar 19 juta kiloliter, dengan pertimbangan kondisi pasar global dan disparitas harga.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya