Pemindahan Payroll ASN ke Himbara Ancam Stabilitas BPD
Pemindahan penyaluran gaji ASN dari BPD ke bank Himbara berpotensi picu PHK massal dan krisis likuiditas di bank daerah.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 22.25 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pemindahan penyaluran gaji aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) ke empat bank BUMN pelat merah—Himbara—menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keberlangsungan operasional dan stabilitas keuangan BPD di seluruh Indonesia. Serikat pekerja BPD menilai kebijakan ini bakal berdampak langsung terhadap tiga pilar utama: karyawan, bisnis perbankan daerah, dan perekonomian lokal.
Dalam rapat dengar pendapat umum dengan Badan Aspirasi Masyarakat DPR RI, perwakilan serikat menyatakan bahwa pengalihan payroll akan menyebabkan penurunan drastis dana murah dalam bentuk tabungan dan giro dari pegawai negeri. Dana tersebut, yang sebelumnya menjadi sumber likuiditas utama bagi BPD, akan berpindah ke bank Himbara, sehingga mengurangi basis pendanaan rendah yang menjadi tulang punggung operasional bank daerah.
Kondisi ini diperparah dengan kenaikan biaya dana (cost of fund) yang tak terhindarkan. Tanpa dana CASA yang stabil, BPD terpaksa mengandalkan instrumen pendanaan mahal seperti deposito, yang pada gilirannya menekan margin laba dan membatasi kemampuan penyaluran kredit. Risiko kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) pun diperkirakan melonjak, terutama pada kredit konsumtif dan UMKM yang sebelumnya didukung oleh sistem potong gaji langsung melalui BPD.
Dampak berantai pun menyentuh struktur SDM. Penurunan pendapatan dan laba bersih akan mendorong BPD melakukan restrukturisasi besar-besaran, termasuk pengurangan jumlah karyawan, pensiun dini, dan tidak memperpanjang kontrak tenaga kerja kontrak. Angka ini disebut menyeret sekitar 100 ribu pegawai BPD secara nasional, dengan jumlah terbesar di Bank Jatim yang mencapai 7.900 orang. Jika diperhitungkan keluarga yang bergantung pada pendapatan mereka, dampak sosial mencapai sekitar 300 ribu jiwa.
Serikat pekerja menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar perubahan sistem administrasi, melainkan ancaman nyata terhadap keberlangsungan perbankan daerah dan kesejahteraan ratusan ribu masyarakat. Mereka meminta pemerintah untuk meninjau ulang dampak sosial dan ekonomi jangka panjang sebelum menerapkan perubahan besar-besaran dalam sistem penyaluran gaji ASN.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


