Pemkab Karo Jamin Kebutuhan Pokok Pengungsi Sinabung
Pemerintah Kabupaten Karo menjamin kebutuhan dasar pengungsi erupsi Sinabung tercukupi dan terus memantau kondisi hingga situasi aman kembali.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 03.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Pemerintah Kabupaten Karo memastikan seluruh kebutuhan pokok warga pengungsi akibat erupsi Gunung Sinabung telah terpenuhi, termasuk makanan, air bersih, dan tempat berlindung yang layak. Kunjungan langsung Bupati Karo Antonius Ginting ke lokasi pengungsian di Losd Pulunipe, Desa Sukatepu, Kecamatan Namanteran, menjadi bentuk kehadiran nyata pemerintah dalam menangani dampak bencana alam. Ia menekankan bahwa kehadiran ini bukan sekadar inspeksi, melainkan upaya untuk merasakan langsung kondisi yang dialami warga yang terdampak.
Pemkab Karo bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) berkomitmen memberikan layanan dan pendampingan maksimal selama masa tanggap darurat. Bupati menyatakan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, dan pemerintah akan terus memantau kondisi pengungsi hingga situasi di sekitar Gunung Sinabung kembali kondusif. Upaya ini merupakan bagian dari langkah strategis untuk menstabilkan kondisi sosial dan kemanusiaan di wilayah terdampak.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati bersama Wakil Bupati Komando Tarigan dan unsur Forkopimda turut menyantap makan malam bersama warga pengungsi. Kegiatan ini dijadikan momen empati dan solidaritas, sekaligus sebagai bentuk konfirmasi bahwa kebutuhan dasar di lokasi pengungsian terpenuhi secara memadai. Hadirnya pimpinan daerah dalam aktivitas sehari-hari pengungsi menunjukkan komitmen pemerintah untuk tidak meninggalkan masyarakat di tengah kesulitan.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi arahan petugas dan tidak kembali ke wilayah yang masih berstatus zona rawan sebelum dinyatakan aman oleh otoritas berwenang. Edukasi ini menjadi bagian dari upaya pencegahan risiko lebih lanjut, serta menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi bencana.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Anggota BPK Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Anggota BPK RI Fathan Subchi meninggal dunia pada Minggu (25/10) di usia 56 tahun, meninggalkan jejak panjang dalam politik, keuangan negara, dan organisasi keislaman.
25 Oktober 2026

Prabowo Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Tekanan MSCI
Presiden Prabowo menegaskan ketahanan ekonomi nasional meski menghadapi tekanan dari MSCI, dengan menekankan kesiapan Indonesia menghadapi dinamika pasar global.
25 Oktober 2026

UMKM Binaan Pertamina Dorong Pemberdayaan Sosial dan Pelestarian Budaya
Program binaan Pertamina membantu UMKM tumbuh secara ekonomi sekaligus menciptakan dampak sosial luas melalui pemberdayaan perempuan, penyandang disabilitas, dan pelestarian budaya lokal.
25 Oktober 2026

Pemprov Kaltim Dorong Literasi Keuangan untuk Perkuat Ekonomi Rakyat
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur gencar tingkatkan literasi dan inklusi keuangan demi akses layanan keuangan yang aman, terjangkau, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Ribu Warga Albania Demo, Tuntut Mundurnya PM Akibat Krisis Hidup dan Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

243 Orang dan 14 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penangkapan Jaringan Narkoba di Mesuji Ungkap Ratusan Ekstasi dan Senjata Rakitan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penjualan Hyundai dan Kia di China Meleset di Bawah 10.000 Unit
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

Shin Tae-yong Dorong Sistem Pembinaan Sepak Bola Berkelanjutan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

Laswi Heritage Run 2026 Sukses Gagas Gelora Olahraga di Tengah Warisan Kolonial
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

