Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemkab Karo Jamin Kebutuhan Pokok Pengungsi Sinabung

Pemerintah Kabupaten Karo menjamin kebutuhan dasar pengungsi erupsi Sinabung tercukupi dan terus memantau kondisi hingga situasi aman kembali.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 03.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pemkab Karo Jamin Kebutuhan Pokok Pengungsi Sinabung
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Kabupaten Karo memastikan seluruh kebutuhan pokok warga pengungsi akibat erupsi Gunung Sinabung telah terpenuhi, termasuk makanan, air bersih, dan tempat berlindung yang layak. Kunjungan langsung Bupati Karo Antonius Ginting ke lokasi pengungsian di Losd Pulunipe, Desa Sukatepu, Kecamatan Namanteran, menjadi bentuk kehadiran nyata pemerintah dalam menangani dampak bencana alam. Ia menekankan bahwa kehadiran ini bukan sekadar inspeksi, melainkan upaya untuk merasakan langsung kondisi yang dialami warga yang terdampak.

Pemkab Karo bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) berkomitmen memberikan layanan dan pendampingan maksimal selama masa tanggap darurat. Bupati menyatakan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, dan pemerintah akan terus memantau kondisi pengungsi hingga situasi di sekitar Gunung Sinabung kembali kondusif. Upaya ini merupakan bagian dari langkah strategis untuk menstabilkan kondisi sosial dan kemanusiaan di wilayah terdampak.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati bersama Wakil Bupati Komando Tarigan dan unsur Forkopimda turut menyantap makan malam bersama warga pengungsi. Kegiatan ini dijadikan momen empati dan solidaritas, sekaligus sebagai bentuk konfirmasi bahwa kebutuhan dasar di lokasi pengungsian terpenuhi secara memadai. Hadirnya pimpinan daerah dalam aktivitas sehari-hari pengungsi menunjukkan komitmen pemerintah untuk tidak meninggalkan masyarakat di tengah kesulitan.

Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi arahan petugas dan tidak kembali ke wilayah yang masih berstatus zona rawan sebelum dinyatakan aman oleh otoritas berwenang. Edukasi ini menjadi bagian dari upaya pencegahan risiko lebih lanjut, serta menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi bencana.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya