Pemkab Sidoarjo Lakukan Asesmen Psikologis untuk 59 Santri Ponpes Manba'ul Hikam
Pemkab Sidoarjo melakukan asesmen cepat dan pendampingan kesehatan jiwa terhadap 59 santri Ponpes Manba'ul Hikam pasca-insiden dugaan keracunan makanan.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 22.39 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengambil langkah strategis dalam penanganan pasca-insiden dugaan keracunan makanan yang menimpa ratusan santri di Ponpes Manba'ul Hikam. Sebanyak 59 santri yang mengalami dampak psikologis akibat insiden pada Selasa (1/9) kini mendapatkan pendampingan khusus dari tim kesehatan jiwa. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kesejahteraan mental para santri sebagai bagian dari proses pemulihan menyeluruh.
Asesmen awal dilakukan oleh Tim Kesehatan Jiwa (Keswa) dari Puskesmas Tanggulangin bekerja sama dengan Puskesmas Jabon pada Kamis (3/9). Proses ini bertujuan untuk mendeteksi dini gangguan psikologis serta mengidentifikasi kebutuhan pendampingan lanjutan bagi santri yang memerlukan dukungan lebih intensif. Kegiatan dilaksanakan dalam suasana yang aman dan mendukung, memungkinkan santri berbagi perasaan dan pengalaman pasca-insiden.
Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, Lakhsmie Herawati Yuwantina, menegaskan bahwa pendekatan penanganan tidak hanya berfokus pada kondisi fisik, tetapi juga pada kesehatan jiwa. Ia menyampaikan bahwa pemulihan psikologis menjadi prioritas penting agar santri dapat kembali menjalani aktivitas keagamaan dan pendidikan di lingkungan pesantren dengan rasa tenang dan nyaman. Hasil asesmen menjadi acuan dalam menentukan bentuk bantuan yang sesuai dengan kondisi individu masing-masing.
Sebelumnya, sebanyak 644 santri dilaporkan mengalami gejala dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan dari SPPG Tanggulangin Kali Tengah. Seiring dengan itu, Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengeluarkan surat penghentian sementara (suspend) terhadap kategori berat operasional SPPG tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari respons menyeluruh terhadap insiden yang menimbulkan kekhawatiran publik atas keamanan pangan di fasilitas pendukung pesantren.
Pemkab Sidoarjo berkomitmen memberikan layanan kesehatan yang maksimal bagi seluruh korban. Dukungan ini mencakup perawatan medis, psikologis, serta jaminan biaya pengobatan yang ditanggung oleh negara. Tujuan utamanya adalah memastikan semua santri pulih secara fisik dan mental, serta kembali beraktivitas normal dalam lingkungan pesantren tanpa trauma.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PMI Manufaktur RI Masih di Zona Kontraksi
Aktivitas industri manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada Agustus 2026, tercatat di level 49,8, menunjukkan penurunan aktivitas produksi.
9 September 2026

Imos 2026 Siap Hadirkan Solusi Mobilitas Modern di Tangerang
Pameran sepeda motor terbesar Tanah Air bakal digelar 20–29 November 2026 di ICE BSD City, menawarkan inovasi teknologi dan beragam solusi mobilitas produktif bagi masyarakat.
8 September 2026

Dana Desa Rp40 T Siap Lunasi Cicilan Kopdes Merah Putih
Pemerintah menjamin pembayaran cicilan proyek Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani bank negara berkat alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
8 September 2026

237 SPBU di Jatim, Bali, NTB, dan NTT Diberi Sanksi BBM Subsidi
Pertamina menerapkan sanksi terhadap 237 SPBU di lima wilayah karena pelanggaran penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


