Penambahan Layer Cukai Rokok Terancam Tekan Penerimaan Negara
Rencana penambahan lapisan tarif cukai rokok dikhawatirkan memperparah downtrading dan menurunkan penerimaan negara meski bertujuan mengendalikan rokok ilegal.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 04.50 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Pemerintah dihadapkan pada pertimbangan krusial terkait rencana penambahan lapisan tarif cukai rokok, yang dinilai berisiko menurunkan penerimaan negara secara signifikan. Menurut analisis dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI), penambahan layer justru berpotensi menciptakan ruang bagi produk rokok murah beredar lebih luas di pasar. Kompleksitas struktur tarif yang diperluas dapat mengurangi efektivitas pengawasan dan justru memperkuat praktik downtrading.
Senior Researcher LPEM UI, Vid Adrison, menegaskan bahwa keberadaan tarif cukai yang lebih rendah akan dimanfaatkan produsen untuk meluncurkan produk dengan harga lebih terjangkau. Hal ini dikhawatirkan mendorong konsumen beralih dari rokok berharga tinggi ke produk murah, sehingga konsumsi meningkat, sementara penerimaan negara dari cukai justru menurun. Dalam skenario tersebut, kebijakan yang dimaksudkan untuk mengendalikan rokok ilegal justru berdampak terbalik.
Dukungan serupa datang dari Project Lead Tobacco Control CISDI, Beladenta Amalia, yang menyatakan bahwa penambahan SKM Golongan III atau tarif cukai paling rendah akan memperbanyak variasi rokok murah di pasar. Dengan lebih banyak pilihan produk murah, tren downtrading—baik dari sisi produsen maupun konsumen—diprediksi akan semakin cepat berkembang. Kondisi ini berpotensi melemahkan efek penghambatan harga yang seharusnya dihasilkan oleh kebijakan cukai.
Oleh karena itu, kebijakan yang menambah layer tarif cukai dinilai tidak efektif dalam menekan peredaran rokok ilegal dan justru membuka celah bagi peningkatan konsumsi rokok secara keseluruhan. Dengan demikian, penilaian terhadap kebijakan ini harus mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap pendapatan negara, bukan sekadar aspek regulasi semata.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tentara AS Didakwa Insider Trading Rp7,2 Miliar
Seorang tentara aktif AS didakwa menggunakan informasi rahasia militer untuk meraih keuntungan hingga Rp7,2 miliar dari pasar prediksi, terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.
25 Oktober 2026

Lutfi dan Dino Berbeda Sikap Soal Tekanan Singapura Terkait Pasar Saham dan Karhutla
Perbedaan pandangan muncul antara dua tokoh publik soal respons terhadap tekanan Singapura terkait klasifikasi pasar modal dan kebakaran hutan, dengan Lutfi menyoroti kepentingan ekonomi dan lingkungan, sementara Dino menekankan pentingnya diplomasi dan kerja sama regional.
25 Oktober 2026

Widodo AS Tutup Usia, Pemimpin TNI Pertama dari Angkatan Laut
Mantan Panglima TNI dan Menko Polhukam, Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto, meninggal dunia pada Minggu (25/10), meninggalkan jejak sejarah sebagai tokoh militer pertama dari matra Angkatan Laut yang memimpin TNI secara nasional.
25 Oktober 2026

Demonstrasi Prancis Ricuh, Massa Protes Biaya Hidup
Aksi protes nasional di Paris dan Marseille memicu bentrokan dengan polisi akibat ketidakpuasan terhadap kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup yang tinggi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Anggota BPK Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.59 WITA

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Ribu Warga Albania Demo, Tuntut Mundurnya PM Akibat Krisis Hidup dan Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Prabowo Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Tekanan MSCI
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

243 Orang dan 14 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

UMKM Binaan Pertamina Dorong Pemberdayaan Sosial dan Pelestarian Budaya
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penangkapan Jaringan Narkoba di Mesuji Ungkap Ratusan Ekstasi dan Senjata Rakitan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

