Selasa, 22 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pendapatan Daerah Baubau Naik Jadi Rp809 Miliar di APBD Perubahan 2026

APBD Perubahan 2026 menaikkan target pendapatan daerah Kota Baubau menjadi Rp809 miliar, menunjukkan peningkatan signifikan dari anggaran sebelumnya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 15.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka

Kendari, ıNarasikita - Dalam dokumen APBD Perubahan tahun anggaran 2026, pemerintah Kota Baubau menetapkan target pendapatan daerah sebesar Rp809 miliar, mengalami kenaikan dibandingkan anggaran awal yang lebih rendah. Kenaikan ini menjadi bukti upaya strategis dalam memperkuat basis pendanaan lokal untuk mendukung pelaksanaan pembangunan dan pelayanan publik. Peningkatan ini didorong oleh optimisme terhadap kinerja sektor pajak, retribusi, dan pendapatan asli daerah lainnya yang diproyeksikan tumbuh secara konsisten.

Peningkatan angka tersebut mencerminkan perbaikan dalam sistem pengelolaan keuangan daerah, termasuk peningkatan efisiensi dalam penagihan dan pengawasan pendapatan. Pemerintah kota menekankan pentingnya keterlibatan seluruh OPD dalam mencapai target, dengan fokus pada optimalisasi potensi daerah yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Proyeksi ini juga menjadi dasar dalam perencanaan alokasi anggaran untuk sektor kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Baubau menegaskan bahwa realisasi pendapatan yang lebih tinggi akan mendorong kemandirian fiskal daerah. Ia menilai, capaian ini menjadi langkah penting menuju kinerja keuangan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Peningkatan pendapatan juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat.

Dengan target baru ini, pemerintah kota berkomitmen untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran. Seluruh proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi anggaran akan dilakukan secara terbuka dan sesuai peraturan perundang-undangan. Tujuan utamanya tetap pada peningkatan kualitas pelayanan publik serta percepatan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya