Pendidikan Gratis Perlu Dukungan Ekosistem Berkelanjutan
Pemerintah menetapkan anggaran pendidikan Rp820,9 triliun untuk RAPBN 2027 guna mewujudkan wajib belajar tanpa biaya, namun kualitas tetap menjadi fokus utama.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 15.24 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 21x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp820,9 triliun dalam RAPBN 2027 untuk sektor pendidikan, mencakup 20 persen dari total belanja negara. Fokus utama kebijakan ini adalah menjamin pelaksanaan wajib belajar di jenjang dasar tanpa adanya biaya bagi peserta didik. Langkah ini menjadi terobosan penting dalam memperluas akses pendidikan secara merata, terutama di daerah terpencil dan kurang berkembang. Namun, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan dana, melainkan juga oleh kualitas implementasi dan kesiapan sistem pendukung di lapangan.
Kunci keberlanjutan pendidikan bukan semata pada pembangunan infrastruktur atau bebas biaya, melainkan pada penguatan ekosistem belajar yang inklusif dan berkelanjutan. Tanpa dukungan kapasitas guru, manajemen sekolah, serta perangkat pembelajaran yang memadai, akses yang luas justru berisiko mengurangi standar kualitas pendidikan. Oleh sebab itu, perlu pendekatan holistik yang tidak hanya menekankan aspek pembiayaan, tetapi juga peningkatan kapasitas pelaku pendidikan di berbagai tingkatan.
Penguatan ekosistem pendidikan harus mencakup seluruh pelaku yang berkontribusi dalam proses belajar mengajar, termasuk tenaga pendidik di luar sistem formal. Di berbagai wilayah, pesantren, lembaga nonformal, pusat kegiatan belajar masyarakat, dan komunitas lokal telah menjadi penopang utama pendidikan masyarakat. Mereka memainkan peran krusial, meski belum sepenuhnya terakomodasi dalam kebijakan dan program pengembangan profesional. Diperlukan regulasi yang lebih inklusif untuk memberi ruang pengembangan kompetensi bagi pendidik nonformal secara merata dan berkelanjutan.
Kerja sama lintas sektor menjadi kunci dalam memperkuat ekosistem pendidikan. Pengalaman dari berbagai inisiatif filantropi menunjukkan bahwa kolaborasi yang berkelanjutan—dengan pendekatan berbasis praktik, jejaring, dan pengetahuan lokal—mampu menciptakan dampak nyata. Investasi sosial bukan sekadar bantuan dana, tetapi upaya membangun kapasitas jangka panjang. Dengan memanfaatkan potensi yang sudah ada, baik dari sektor pemerintah maupun nonpemerintah, pendidikan Indonesia dapat berkembang secara berkelanjutan, seimbang antara akses dan kualitas.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Pemerintah membangun 66 unit hunian tetap di dua lokasi di Lhokseumawe untuk memulihkan tempat tinggal warga terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025.
24 Oktober 2026

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 99,8 persen, namun sekitar 11.000 desa dan dusun masih belum terjangkau listrik, dengan target pemerintah menyediakan akses listrik untuk semua hingga 2029.
24 Oktober 2026

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Pemerintah siap menghadapi dampak La Nina melalui kesiapan infrastruktur dan kolaborasi nasional untuk menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
24 Oktober 2026

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam meraih penghargaan terbaik dalam kategori Tata Kelola dan Kepatuhan di ajang Penghargaan Energi Subroto 2026.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

