Jumat, 9 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Penembakan ICE di New York Picu Kekhawatiran atas Kekerasan dan Keamanan Warga

Penembakan oleh agen ICE terhadap pria asing di mobil di Bronx, New York, yang menyertakan anak lima tahun, memicu protes tajam dari Wali Kota Zohran Mamdani dan kekhawatiran publik terhadap kebijakan penegakan imigrasi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 15.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Penembakan ICE di New York Picu Kekhawatiran atas Kekerasan dan Keamanan Warga📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Seorang pria yang sedang berada di dalam mobil di kawasan Marble Hill, Bronx, New York, terluka akibat tembakan dari petugas Badan Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) pada Kamis sore, 8 Oktober. Insiden tersebut terjadi saat seorang anak berusia lima tahun juga berada di dalam kendaraan. Menurut laporan pejabat kota, tim ICE melakukan pengepungan terhadap kendaraan sebelum melepaskan tembakan. Meskipun anak tersebut tidak mengalami cedera fisik, insiden ini menimbulkan gelombang kecaman publik karena melibatkan anak-anak dalam operasi penegakan hukum.

Wali Kota New York Zohran Mamdani menyatakan secara tegas bahwa insiden tersebut merupakan bentuk pelanggaran serius terhadap hak dan keamanan warga kota. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dan menekankan bahwa komunitas lokal tidak boleh diteror oleh operasi federal. Mamdani menyatakan niatnya untuk segera berkomunikasi langsung dengan Presiden Donald Trump guna menuntut penghentian seluruh operasi penegakan hukum ICE di wilayah kota. Ia menekankan komitmen pemerintah kota untuk melindungi warga, terutama yang rentan seperti anak-anak dan keluarga imigran.

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS), yang mengawasi ICE, menjelaskan bahwa operasi tersebut dilakukan untuk menangkap seorang pria asal Republik Dominika yang memiliki catatan kriminal sebelumnya. Menurut keterangan resmi, pria tersebut diduga memiliki keterkaitan dengan geng dan pernah terlibat dalam tindak pidana. Namun, DHS tidak membeberkan identitas korban, bukti dukungan terhadap tuduhan, maupun detail lengkap insiden. Pihaknya menyatakan bahwa tembakan terjadi sekitar pukul 16.00 waktu setempat (20.00 GMT/03.00 WIB pada Jumat, 9 Oktober) dan segera dilakukan pertolongan medis.

Hingga saat ini, pria yang terluka masih dirawat di rumah sakit dengan kondisi stabil. Meskipun DHS menegaskan bahwa operasi dilakukan secara terencana dan berdasarkan target tertentu, kejadian ini kembali menyoroti praktik penggunaan kekuatan mematikan oleh aparat federal terhadap imigran. Kritik terhadap pendekatan semacam ini telah muncul sebelumnya, terutama dalam konteks pencarian anggota geng atau pelanggaran hukum ringan. Pemerintahan Trump sebelumnya juga menyatakan bahwa kendaraan bisa digunakan sebagai senjata, yang digunakan sebagai alasan untuk melepaskan tembakan dalam situasi yang diperdebatkan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya