Penembakan Massal di Afrika Selatan Tewaskan Lebih dari 30 Orang
Kepolisian Afrika Selatan memburu pelaku penembakan berantai yang menewaskan lebih dari 30 orang dalam dua hari terakhir di tiga lokasi berbeda.
Redaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 21.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kekerasan memicu kegaduhan nasional setelah tiga insiden penembakan terpisah dalam waktu singkat menewaskan lebih dari 30 korban di wilayah Afrika Selatan. Dalam peristiwa pertama, 17 orang tewas dan 15 lainnya terluka akibat penyerangan di sebuah kedai minuman di Wedela, distrik West Rand, di luar Johannesburg. Pelaku, diduga delapan pria bersenjata, menembaki korban di luar dan dalam bangunan menggunakan senapan serbu AK-47 sebelum melarikan diri dengan dua kendaraan bermotor tanpa identitas.
Pada hari yang sama, sepuluh korban tewas dalam serangan kekerasan di sebuah tempat hiburan di Lwandle, Western Cape. Lima orang meninggal di tempat kejadian, lima lainnya meninggal di rumah sakit akibat luka tembak parah. Polisi menyebut kemungkinan adanya persaingan bisnis sebagai pemicu, terutama terkait penjualan alkohol murah yang memicu ketegangan antar kelompok. Investigasi masih berlangsung, namun belum ada tersangka yang ditangkap.
Di Khayelitsha, pada Sabtu malam, tiga korban ditemukan tewas dengan luka tembak ganda, dua di dalam mobil dan satu di sekitar kendaraan. Seorang korban keempat sempat dilarikan ke rumah sakit tetapi meninggal dunia. Motif dan identitas pelaku masih belum terungkap. Kejadian ini menambah panjang daftar kasus kekerasan yang terjadi di wilayah tersebut dalam beberapa pekan terakhir.
Krisis keamanan yang terus memburuk telah memicu kekhawatiran luas, terutama menyusul penemuan 10 jasad perempuan di sekitar Johannesburg baru-baru ini, yang kini sedang diselidiki apakah terkait satu sama lain. Statistik menunjukkan rata-rata 58 orang dibunuh setiap hari antara Januari hingga Maret, dengan kejahatan terorganisir yang melibatkan narkoba, penambangan ilegal, dan perdagangan kokain dari Amerika Selatan.
Presiden Cyril Ramaphosa menanggapi eskalasi kekerasan dengan mengumumkan pengerahan pasukan militer untuk mendukung kepolisian dalam menumpas geng dan sindikat kriminal. Ia menyatakan ancaman kekerasan sebagai ancaman terbesar terhadap demokrasi, stabilitas sosial, dan pertumbuhan ekonomi negara. Langkah ini menandai upaya paling besar dalam sejarah untuk menangani krisis keamanan yang telah melumpuhkan sebagian besar wilayah urban.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

LBH Medan Temukan Kelalaian Proses Hukum dalam Kasus Kematian Winda Lorenza
Audit LBH Medan menemukan sejumlah kesalahan prosedur dalam penyidikan kematian Winda Lorenza Gowasa, termasuk penyalahgunaan izin autopsi dan ketidaksesuaian antara laporan resmi dengan temuan bukti dugaan tindak pidana.
28 September 2026

Korupsi Ancam Hak Dasar Rakyat Miskin
Korupsi bukan sekadar pencurian uang negara, melainkan pelanggaran HAM yang merusak kebijakan publik dan menghambat upaya pengentasan kemiskinan.
28 September 2026

KPK Temukan Rekening Rahasia di Kanwil BPN Jatim
Penggeledahan di Kanwil BPN Jatim mengungkap rekening yang diduga menampung dana setoran dari kantor pertanahan, diduga digunakan untuk kegiatan taktis di luar anggaran resmi.
28 September 2026

Kejari Mimika Tetapkan IP Tersangka Korupsi Gerai Maritim
Kejaksaan Negeri Mimika menetapkan IP sebagai tersangka dugaan korupsi pembangunan Gerai Maritim 2018 yang menimbulkan kerugian negara Rp483 juta.
28 September 2026
Berita Lainnya

Antrean Haji RI Dipangkas Jadi 14 Tahun Berkat Validasi Data
Senin, 28 September 2026, 21.26 WITA

Komisi XIII Dorong Reformasi Transparan di Lapas Cibinong
Senin, 28 September 2026, 21.26 WITA

Prabowo Dorong Audit Forensik Keuangan Haji untuk Transparansi
Senin, 28 September 2026, 21.26 WITA

Pendidikan Gratis Jadi Fondasi Inklusivitas Nasional
Senin, 28 September 2026, 21.25 WITA

Indonesia Perluas Pasar Pangan di Eropa Tenggah Lewat Polagra Fair 2026
Senin, 28 September 2026, 21.25 WITA

TXT Siap Rilis EP "Perfect Storm" November Mendatang
Senin, 28 September 2026, 21.25 WITA

Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan Saat Pembangunan Jembatan di Kebon Jeruk
Senin, 28 September 2026, 21.23 WITA

Kampus Diminta Fokus Riset Berbasis Kebutuhan Daerah
Senin, 28 September 2026, 21.23 WITA

