Senin, 28 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kampus Diminta Fokus Riset Berbasis Kebutuhan Daerah

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mendorong perguruan tinggi mengalihkan riset dan tugas akhir mahasiswa untuk menyelesaikan persoalan nyata di tingkat daerah, demi memperkuat relevansi pendidikan tinggi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 21.23 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kampus Diminta Fokus Riset Berbasis Kebutuhan Daerah📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menegaskan perlunya perguruan tinggi memperkuat keterkaitan antara aktivitas akademik dan realitas pembangunan di daerah. Ia menekankan pentingnya mengarahkan penelitian dan tugas akhir mahasiswa agar tidak hanya memenuhi syarat akademik, tetapi juga memberikan solusi konkret terhadap tantangan yang dihadapi pemerintah daerah. Dengan pendekatan ini, hasil riset diharapkan lebih aplikatif dan langsung bermanfaat bagi masyarakat.

Langkah strategis yang disarankan adalah mempererat kolaborasi antara kampus dan pemerintah daerah. Melalui sinergi ini, perguruan tinggi dapat mengidentifikasi isu-isu krusial seperti pengelolaan sumber daya alam, kesehatan masyarakat, atau infrastruktur, lalu menjadikannya fokus penelitian. Hal ini akan menjadikan pendidikan tinggi sebagai mitra strategis dalam percepatan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Peningkatan mutu pendidikan tinggi, menurut Menteri, harus dilakukan secara berkelanjutan melalui prinsip *continuous improvement*. Ia menekankan bahwa akreditasi bukan sekadar formalitas, melainkan alat untuk mendorong perbaikan berkesinambungan dalam kualitas pendidikan, penelitian, dan layanan. Dengan demikian, institusi pendidikan tidak hanya bertahan, tetapi terus berkembang sesuai kebutuhan zaman dan masyarakat.

Selain itu, pemerintah terus mendorong perluasan akses pendidikan tinggi melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Menteri menyampaikan apresiasi kepada kampus-kampus yang telah menerima mahasiswa penerima KIP, sebagai bentuk komitmen terhadap pendidikan inklusif. Ia menegaskan bahwa kualitas pendidikan tinggi harus sejalan dengan keadilan sosial, sehingga setiap individu, terlepas dari latar belakang ekonomi, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya