Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Penerbangan Denpasar-Dili Dibatalkan Akibat Gangguan Abunya Krakatau

Pembatalan penerbangan Citilink QG500 Denpasar-Dili terjadi karena pesawat tertahan di Soetta akibat abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau, menimpa 94 penumpang.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 07.26 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Penerbangan Denpasar-Dili Dibatalkan Akibat Gangguan Abunya Krakatau
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Penerbangan Citilink QG500 rute Denpasar ke Dili, Timor Leste, dibatalkan secara mendadak setelah pesawat yang seharusnya menerbangkan rute tersebut tidak dapat berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Penyebab utamanya adalah sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang mengganggu operasional penerbangan di sejumlah wilayah, termasuk jalur penerbangan menuju Bali. Sebanyak 94 penumpang yang sebelumnya terjadwal berangkat kini mengalami perubahan jadwal atau pembatalan, menjadi dampak langsung dari kondisi kahar yang tidak dapat dikendalikan.

Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Muhamad Novyandri, memastikan bahwa semua data administrasi keimigrasian bagi penumpang terdampak telah diperbarui secara otomatis melalui sistem perlintasan imigrasi. Upaya ini dilakukan sebagai respons cepat terhadap situasi darurat, guna mencegah adanya ketidaksesuaian data yang dapat berdampak pada status legalitas para penumpang. Hingga saat pelaporan, tidak ditemukan kasus overstay atau pelanggaran administrasi imigrasi akibat pembatalan tersebut.

Operasional pemeriksaan imigrasi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai tetap berjalan normal meski sejumlah rute penerbangan terganggu. Novyandri menegaskan bahwa pemeriksaan di terminal kedatangan dan keberangkatan internasional tidak mengalami hambatan signifikan. Pihaknya terus memantau perkembangan penerbangan internasional, termasuk potensi keterlambatan, pengalihan rute, atau pembatalan lainnya, dengan tetap memprioritaskan keamanan dan kepastian hukum bagi seluruh penumpang.

Dalam konteks yang lebih luas, sebaran abu vulkanik juga memengaruhi 41 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara. Operasional di Bandara Soekarno-Hatta sempat ditutup sementara hingga pukul 17.30 WIB, sementara Bandara Halim Perdanakusuma tutup hingga pukul 18.00 WIB. Salah satu penerbangan internasional dari Amsterdam ke Soekarno-Hatta pun diarahkan ke bandara lain. Data ini masih bersifat sementara dan dapat berubah sesuai perkembangan operasional dan kebijakan maskapai.

Pihak pengelola bandara dan otoritas penerbangan terus menjalin koordinasi intensif dengan AirNav Indonesia, maskapai, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menjaga keselamatan penerbangan dan kualitas layanan. Penumpang yang berencana bepergian melalui rute Jakarta, terutama melalui Soetta atau Halim Perdanakusuma, diminta untuk memeriksa status penerbangan secara berkala melalui saluran resmi maskapai, bukan hanya mengandalkan jadwal awal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya