Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pengoperasian WPN-5 Tuntaskan Pengembangan Sisi Nubi

Proyek pengembangan lapangan migas Sisi Nubi selesai dengan beroperasinya Platform WPN-5 pada 24 Agustus 2026, meningkatkan kapasitas produksi gas hingga 6,12 juta mmscfd.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 15.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pengoperasian WPN-5 Tuntaskan Pengembangan Sisi Nubi
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Platform WPN-5 resmi mulai beroperasi pada 24 Agustus 2026, menandai penyelesaian fase akhir proyek pengembangan Sisi Nubi Area of Interest (SNB AOI) 1-3-5 oleh PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM). Sebagai platform keenam dan terakhir dalam rangkaian proyek ini, WPN-5 menjadi simbol komitmen berkelanjutan dalam pengembangan infrastruktur hulu migas di wilayah lepas pantai. Operasionalisasi platform ini dilakukan setelah melalui serangkaian uji coba dan penyesuaian teknis guna memastikan stabilitas produksi.

Produksi awal dari sumur NB-501, yang menjadi fokus utama setelah onstream, mencapai 6,12 juta standar kaki kubik gas per hari (mmscfd). Capaian ini diraih melalui proses ramp up bertahap yang telah dilakukan sejak awal operasi, menunjukkan efisiensi dan kesiapan teknis sistem produksi. Sebelumnya, lima platform lainnya—WPS-4, WPS-5, WPN-7, WPN-6, dan WPN-8—telah dioperasikan secara bertahap sejak Desember 2025 hingga Juli 2026, membentuk fondasi operasional yang kokoh untuk proyek skala besar ini.

Kepemimpinan PHM menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam mendukung pasokan energi nasional. Dengan dukungan dari PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), keberhasilan pengembangan Sisi Nubi menjadi bukti komitmen terhadap visi perusahaan dalam menyediakan energi berkelanjutan dan andal bagi Indonesia. Proyek ini juga menunjukkan sinergi antara unit operasional dan strategi perusahaan di level holding.

Kini, PHM fokus pada pengembangan sumur berikutnya, NB-502, yang sedang menjalani tahap intervensi sumur. Tim teknis sedang melakukan pemasangan sand screen untuk menekan risiko masuknya pasir dari formasi, menjaga integritas dan keandalan sistem produksi jangka panjang. Setelah proses ini selesai, sumur akan memasuki tahap Put on Production (POP) dengan kapasitas yang disesuaikan dengan batas operasional mekanis, memastikan produksi tetap optimal dan aman.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya