Peningkatan Konsumsi Pertalite Dorong Peninjauan Kuota Subsidi
Pemerintah menyiapkan penyesuaian alokasi pertalite akibat lonjakan konsumsi sepanjang 2026, menyusul pergeseran penggunaan BBM dari oktan tinggi ke subsidi.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 17.50 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 41x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Pemerintah tengah meninjau ulang alokasi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis pertalite menyusul tren kenaikan konsumsi yang tercatat sejak awal tahun hingga pertengahan Agustus 2026. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa evaluasi terhadap pola konsumsi telah dilakukan sebagai respons terhadap pergeseran penggunaan BBM dari jenis beroktan tinggi seperti Pertamax dan turunannya ke produk bersubsidi.
Peningkatan konsumsi ini dipicu oleh kenaikan harga BBM non subsidi yang berdampak pada perubahan perilaku masyarakat, terutama di kalangan pengguna kendaraan pribadi. Bahlil menegaskan bahwa penyesuaian kuota akan dilakukan berdasarkan data aktual dari periode Januari hingga Agustus, dengan rencana peninjauan lebih lanjut di akhir Oktober 2026. Ia menyebut bahwa kebijakan ini merupakan bentuk respons terhadap realitas pasar yang dinamis.
Kendati belum merinci angka pasti, Bahlil menegaskan bahwa kenaikan konsumsi pertalite secara signifikan menjadi dasar pertimbangan penambahan alokasi. Ia juga menyoroti pentingnya menyesuaikan anggaran fiskal dengan kondisi harga minyak dunia yang masih fluktuatif, sehingga penyesuaian kuota dilakukan secara hati-hati dan berbasis data.
Upaya ini juga sejalan dengan arahan untuk memastikan distribusi BBM bersubsidi tetap tepat sasaran, termasuk mendorong pengguna mobil mewah untuk tidak memanfaatkan subsidi. Dengan demikian, alokasi BBM bersubsidi dapat lebih optimal, menghindari pemborosan, dan tetap mendukung kebutuhan masyarakat umum.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Pemerintah membangun 66 unit hunian tetap di dua lokasi di Lhokseumawe untuk memulihkan tempat tinggal warga terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025.
24 Oktober 2026

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 99,8 persen, namun sekitar 11.000 desa dan dusun masih belum terjangkau listrik, dengan target pemerintah menyediakan akses listrik untuk semua hingga 2029.
24 Oktober 2026

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Pemerintah siap menghadapi dampak La Nina melalui kesiapan infrastruktur dan kolaborasi nasional untuk menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
24 Oktober 2026

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam meraih penghargaan terbaik dalam kategori Tata Kelola dan Kepatuhan di ajang Penghargaan Energi Subroto 2026.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

