Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Peningkatan Konsumsi Pertalite Dorong Peninjauan Kuota Subsidi

Pemerintah menyiapkan penyesuaian alokasi pertalite akibat lonjakan konsumsi sepanjang 2026, menyusul pergeseran penggunaan BBM dari oktan tinggi ke subsidi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 17.50 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 41x dibuka
Peningkatan Konsumsi Pertalite Dorong Peninjauan Kuota Subsidi📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah tengah meninjau ulang alokasi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis pertalite menyusul tren kenaikan konsumsi yang tercatat sejak awal tahun hingga pertengahan Agustus 2026. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa evaluasi terhadap pola konsumsi telah dilakukan sebagai respons terhadap pergeseran penggunaan BBM dari jenis beroktan tinggi seperti Pertamax dan turunannya ke produk bersubsidi.

Peningkatan konsumsi ini dipicu oleh kenaikan harga BBM non subsidi yang berdampak pada perubahan perilaku masyarakat, terutama di kalangan pengguna kendaraan pribadi. Bahlil menegaskan bahwa penyesuaian kuota akan dilakukan berdasarkan data aktual dari periode Januari hingga Agustus, dengan rencana peninjauan lebih lanjut di akhir Oktober 2026. Ia menyebut bahwa kebijakan ini merupakan bentuk respons terhadap realitas pasar yang dinamis.

Kendati belum merinci angka pasti, Bahlil menegaskan bahwa kenaikan konsumsi pertalite secara signifikan menjadi dasar pertimbangan penambahan alokasi. Ia juga menyoroti pentingnya menyesuaikan anggaran fiskal dengan kondisi harga minyak dunia yang masih fluktuatif, sehingga penyesuaian kuota dilakukan secara hati-hati dan berbasis data.

Upaya ini juga sejalan dengan arahan untuk memastikan distribusi BBM bersubsidi tetap tepat sasaran, termasuk mendorong pengguna mobil mewah untuk tidak memanfaatkan subsidi. Dengan demikian, alokasi BBM bersubsidi dapat lebih optimal, menghindari pemborosan, dan tetap mendukung kebutuhan masyarakat umum.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya