Jumat, 11 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Penjualan Eceran Diproyeksikan Naik 0,5% pada Agustus 2026

Bank Indonesia memperkirakan penjualan eceran tumbuh 0,5 persen secara tahunan di Agustus 2026, didorong sektor makanan, minuman, tembakau, dan suku cadang kendaraan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 07.29 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 7x dibuka
Penjualan Eceran Diproyeksikan Naik 0,5% pada Agustus 2026📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bank Indonesia memproyeksikan kinerja penjualan eceran pada Agustus 2026 menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 0,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Prediksi ini berdasarkan pergerakan Indeks Penjualan Riil (IPR) yang mencerminkan kondisi permintaan domestik di sektor ritel. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan aktivitas di kelompok suku cadang dan aksesori kendaraan, serta sektor makanan, minuman, dan tembakau yang tetap menjadi penopang utama permintaan konsumen.

Meski mengalami kenaikan tahunan, penjualan eceran secara bulanan diperkirakan mengalami kontraksi tipis sebesar 0,1 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh penurunan penjualan pada kelompok barang lainnya, yang mencerminkan normalisasi permintaan pasca periode libur panjang dan Hari Besar Keagamaan Nasional. Namun, beberapa sektor tetap menunjukkan pertumbuhan bulanan, antara lain peralatan informasi dan komunikasi, bahan bakar kendaraan bermotor, serta suku cadang dan aksesori.

Pertumbuhan pada Agustus 2026 menjadi perbaikan dibandingkan bulan sebelumnya, di mana penjualan eceran pada Juli 2026 tumbuh 1,1 persen secara tahunan, setelah pada Juni 2026 mengalami kontraksi 3 persen. Peningkatan tersebut disebabkan oleh perbaikan dalam pertumbuhan tahunan kelompok makanan, minuman, dan tembakau, serta peningkatan aktivitas di sektor barang lainnya. Secara bulanan, penjualan Juli tetap terkontraksi 0,1 persen, mencerminkan penyesuaian permintaan pasca libur.

Di sisi lain, ekspektasi inflasi ke depan menunjukkan penurunan. Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) pada Oktober 2026 diproyeksikan sebesar 146,5, lebih rendah dibandingkan angka 155,2 pada periode sebelumnya. Sementara itu, ekspektasi inflasi untuk Januari 2027 diperkirakan sebesar 166,0, lebih rendah dari 168,1 pada periode sebelumnya. Data ini menunjukkan bahwa harapan masyarakat terhadap kenaikan harga secara bertahap mereda, mencerminkan kepercayaan yang stabil terhadap stabilitas ekonomi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya