Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Penumpang Batal Terbang Akibat Erupsi Berhak Dapat Refund 100 Persen

Kementerian Perhubungan menegaskan seluruh penumpang yang penerbangannya dibatalkan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau berhak menerima pengembalian dana penuh tanpa biaya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 22.38 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Penumpang Batal Terbang Akibat Erupsi Berhak Dapat Refund 100 Persen
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh operator penerbangan untuk menjamin hak penumpang yang terdampak penutupan delapan bandara akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Keputusan ini mencakup pengembalian dana penuh sebesar 100 persen atas tiket yang telah dibeli, serta pilihan alternatif untuk penjadwalan ulang perjalanan tanpa biaya tambahan. Kebijakan ini diterapkan sebagai bentuk perlindungan terhadap konsumen dalam situasi darurat yang tidak dapat diprediksi.

Meski belum ada laporan resmi mengenai jumlah klaim yang telah diproses, pihak Kemenhub menekankan bahwa prioritas utama tetap berada pada keberlanjutan layanan dan kepuasan pelanggan. Setiap maskapai wajib memberikan informasi langsung kepada penumpang terkait pembatalan atau perubahan jadwal, serta memastikan kebebasan penuh bagi penumpang dalam memilih antara melanjutkan perjalanan atau membatalkan tiket sepenuhnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Untuk meminimalkan dampak mobilitas, pemerintah telah menyiapkan lima bandara alternatif sebagai titik pendaratan darurat. Lima lokasi tersebut meliputi Kertajati (Majalengka), Ahmad Yani (Semarang), Juanda (Surabaya), Yogyakarta International Airport (YIA), dan Adi Soemarmo (Solo). Selain itu, kerja sama dengan InJourney Airports telah dilakukan untuk menyediakan transportasi darat gratis, termasuk bus dan kereta api, guna mengantarkan penumpang dari Soekarno-Hatta ke bandara pengganti tanpa biaya.

Penutupan operasional delapan bandara dilakukan sebagai respons terhadap tingginya risiko abu vulkanik terhadap keamanan penerbangan, khususnya terhadap mesin pesawat. Hingga Minggu malam (6/9), delapan fasilitas udara tersebut masih ditutup total, mencakup dua bandara utama di Jabodetabek, yaitu Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma, serta enam bandara lain di wilayah Jawa Barat, Lampung, dan Sumatra Selatan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya