Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Penutupan 8 Bandara Diperpanjang hingga Pukul 09.00 WIB

Kemenhub perpanjang penutupan delapan bandara akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau hingga pukul 09.00 WIB, demi menjamin keselamatan penerbangan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 11.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Penutupan 8 Bandara Diperpanjang hingga Pukul 09.00 WIB
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Perhubungan memutuskan memperpanjang penutupan delapan bandara di wilayah Jawa dan Sumatera hingga pukul 09.00 WIB pada hari ini, Senin (7/9), menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebabkan penyebaran abu vulkanik ke atmosfer. Bandara yang terdampak meliputi Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II Lampung, Husein Sastranegara Bandung, Budiarto Curug, Pondok Cabe, Taufik Kiemas, serta Atung Bungsu. Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipatif untuk mencegah risiko terhadap keselamatan penerbangan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa pembukaan kembali operasional bandara hanya akan dilakukan jika kondisi atmosfer telah menunjukkan kestabilan dan tidak mengancam penerbangan. Ia menjelaskan bahwa dinamika cuaca, khususnya perubahan arah angin di berbagai lapisan ketinggian, menjadi pertimbangan utama. “Keselamatan penerbangan adalah prioritas utama. Kita tidak bisa mengambil risiko hanya karena kebutuhan operasional,” tegasnya dalam keterangan resmi malam hari (6/9).

Pemantauan terus dilakukan secara intensif melalui sistem pemeriksaan rutin setiap 30 menit di seluruh bandara terdampak. Hasil dari uji kertas (paper test) digunakan sebagai acuan untuk menilai tingkat penyebaran abu vulkanik. Jika kondisi dinyatakan aman dan tidak ada ancaman dari abu, maka pemeriksaan teknis terhadap pesawat akan menjadi langkah berikutnya sebelum operasional kembali.

Dudy menekankan bahwa maskapai penerbangan wajib melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pesawat sebelum beroperasi kembali, termasuk memastikan tidak ada partikel abu yang menempel di mesin atau bagian kritis lainnya. “Kami akan memastikan semua pesawat diperiksa terlebih dahulu, meskipun maskapai sudah siap. Keselamatan bukan soal kecepatan, tapi kepastian,” tegasnya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya