Penutupan Bandara Akibat Abu Vulkanik, Ratusan Penerbangan Terdampak
Erupsi Gunung Anak Krakatau memicu penutupan sementara enam bandara, menyebabkan 373 penerbangan terganggu hingga pukul 17.30 WIB pada 6 September 2026.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 15.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kondisi ruang udara di sejumlah wilayah Indonesia mengalami gangguan akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Api Anak Krakatau. Sebanyak enam bandara resmi menghentikan operasionalnya, termasuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Radin Inten II, Bandara Budiarto, Bandara Pondok Cabe, serta Bandara Husein Sastranegara. Keputusan penutupan diambil sebagai tindakan pencegahan untuk menjamin keselamatan penerbangan.
Penutupan Bandara Husein Sastranegara dilakukan sejak pukul 12.00 WIB setelah hasil pengujian menunjukkan adanya dampak abu vulkanik di area tersebut. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama, dan operator penerbangan diminta tidak memaksakan penerbangan jika kondisi tidak memungkinkan. Ia menekankan pentingnya koordinasi antara otoritas dan maskapai dalam mengelola situasi darurat.
Menurut data terbaru dari AirNav Indonesia, Bandara Soekarno-Hatta tetap dalam status tutup hingga pukul 17.30 WIB, berdasarkan NOTAM A3348/26 yang berlaku sejak pukul 13.23 WIB. Dampaknya terasa luas: 202 penerbangan di Soekarno-Hatta terganggu, dengan rincian 172 dibatalkan, 18 mengalami keterlambatan, sementara sisanya mengalami penundaan, pengalihan, atau kembali ke bandara asal. Bandara lainnya menyumbang total 277 penerbangan terdampak.
Pemerintah menegaskan bahwa seluruh maskapai wajib memenuhi hak penumpang yang terdampak, termasuk menyediakan informasi akurat, layanan perubahan tiket, serta kompensasi sesuai aturan. Calon penumpang diminta menghindari kedatangan ke bandara yang ditutup dan memantau informasi resmi secara berkala melalui kanal resmi maskapai. Evaluasi terus dilakukan berdasarkan data sebaran abu dari BMKG untuk menentukan waktu pembukaan kembali secara bertahap.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


