Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Penutupan Bandara Akibat Abu Vulkanik, Ratusan Penerbangan Terdampak

Erupsi Gunung Anak Krakatau memicu penutupan sementara enam bandara, menyebabkan 373 penerbangan terganggu hingga pukul 17.30 WIB pada 6 September 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 15.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Penutupan Bandara Akibat Abu Vulkanik, Ratusan Penerbangan Terdampak
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kondisi ruang udara di sejumlah wilayah Indonesia mengalami gangguan akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Api Anak Krakatau. Sebanyak enam bandara resmi menghentikan operasionalnya, termasuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Radin Inten II, Bandara Budiarto, Bandara Pondok Cabe, serta Bandara Husein Sastranegara. Keputusan penutupan diambil sebagai tindakan pencegahan untuk menjamin keselamatan penerbangan.

Penutupan Bandara Husein Sastranegara dilakukan sejak pukul 12.00 WIB setelah hasil pengujian menunjukkan adanya dampak abu vulkanik di area tersebut. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama, dan operator penerbangan diminta tidak memaksakan penerbangan jika kondisi tidak memungkinkan. Ia menekankan pentingnya koordinasi antara otoritas dan maskapai dalam mengelola situasi darurat.

Menurut data terbaru dari AirNav Indonesia, Bandara Soekarno-Hatta tetap dalam status tutup hingga pukul 17.30 WIB, berdasarkan NOTAM A3348/26 yang berlaku sejak pukul 13.23 WIB. Dampaknya terasa luas: 202 penerbangan di Soekarno-Hatta terganggu, dengan rincian 172 dibatalkan, 18 mengalami keterlambatan, sementara sisanya mengalami penundaan, pengalihan, atau kembali ke bandara asal. Bandara lainnya menyumbang total 277 penerbangan terdampak.

Pemerintah menegaskan bahwa seluruh maskapai wajib memenuhi hak penumpang yang terdampak, termasuk menyediakan informasi akurat, layanan perubahan tiket, serta kompensasi sesuai aturan. Calon penumpang diminta menghindari kedatangan ke bandara yang ditutup dan memantau informasi resmi secara berkala melalui kanal resmi maskapai. Evaluasi terus dilakukan berdasarkan data sebaran abu dari BMKG untuk menentukan waktu pembukaan kembali secara bertahap.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya