Penutupan Delapan Bandara Akibat Abu Vulkanik, Menhub Dorong Penggunaan Transportasi Lain
Pemerintah mengimbau masyarakat dan pelaku usaha beralih ke kereta api, bus, dan kapal laut menyusul penutupan delapan bandara akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 22.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kondisi darurat di sejumlah bandara di Jawa dan Banten dipicu oleh sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau, yang mengancam keselamatan penerbangan. Menteri Perhubungan menegaskan bahwa delapan bandara telah ditutup sementara untuk mencegah risiko operasional pesawat. Penutupan dilakukan secara bertahap, mulai dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta hingga Bandara Husein Sastranegara Bandung, dengan waktu penutupan bervariasi tergantung tingkat dampak abu.
Dalam upaya menjaga kelancaran mobilitas dan distribusi barang, pemerintah telah menyiapkan skema pengalihan moda transportasi. Kereta api, khususnya di Pulau Jawa, menjadi alternatif utama untuk perjalanan penumpang, sementara bus dan transportasi darat lainnya juga dimaksimalkan. Pemerintah menekankan bahwa moda transportasi laut tetap beroperasi normal dan belum terdampak oleh abu vulkanik, sehingga menjadi pilihan strategis bagi logistik dan perjalanan lintas wilayah.
Kementerian Perhubungan mengimbau seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat dan pelaku usaha, untuk tidak terlalu mengandalkan penerbangan selama situasi berlangsung. Dengan adanya alternatif yang tersedia, diharapkan aktivitas ekonomi dan pergerakan orang tetap berjalan lancar meskipun sebagian layanan udara terhenti. Penyesuaian ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas distribusi logistik, terutama di wilayah yang sebelumnya sangat bergantung pada akses udara.
Penutupan bandara dilakukan berdasarkan hasil pengujian lapangan dan pemantauan real-time terhadap konsentrasi abu vulkanik. Pemerintah tetap memantau perkembangan secara intensif dan siap membuka kembali operasional bandara jika kondisi memungkinkan. Dalam waktu dekat, evaluasi rutin akan dilakukan untuk menentukan kapan layanan penerbangan bisa kembali normal tanpa mengorbankan keselamatan penerbangan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


