Penyelundupan di Perbatasan Terkendali, 30 Kasus Gagalkan Operasi Bersama
Operasi bersama Bea Cukai dan otoritas Malaysia berhasil menggagalkan 30 kasus penyelundupan berbagai barang ilegal di perbatasan Indonesia-Malaysia pada 2026.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 21.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 7x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Operasi Joint Task Force (JTF) 2026 yang melibatkan Bea Cukai dan Royal Malaysian Customs Department (RMCD) menunjukkan efektivitas dalam menekan peredaran barang ilegal di perbatasan darat dan laut. Dalam periode 13 Juli hingga 14 Agustus 2026, sebanyak 30 kasus berhasil digagalkan, mencakup narkotika, rokok dan minuman beralkohol ilegal, pakaian bekas, rotan, daging beku, bahan bakar minyak, kendaraan bermotor, emas batangan, serta komoditas kena cukai lainnya.
Perluasan cakupan operasi kali ini merupakan hasil evolusi dari kerja sama yang telah berjalan sejak 2018, awalnya fokus pada pemberantasan jaringan narkotika. Pada 2025, fokus diperluas ke rokok dan minuman beralkohol ilegal, lalu pada 2026 dilakukan penyesuaian menyeluruh dengan perubahan nama operasi dari Joint Task Force on Narcotics (JTFN) menjadi Joint Task Force on Illegal Goods, menunjukkan perluasan mandat.
Penentuan lokasi operasi didasarkan pada analisis risiko intelijen yang komprehensif, mengidentifikasi titik rawan di wilayah kerja Kanwil Bea Cukai Kalimantan Bagian Barat dan Timur. Upaya ini dilakukan setelah pelaksanaan upacara pembukaan pada 9 Juli dan ditutup dengan penutupan resmi pada 1 September 2026.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai menegaskan bahwa dinamika pelaku penyelundupan terus berubah, termasuk modus dan jenis barang yang diselundupkan. Oleh karena itu, pendekatan penindakan harus fleksibel dan berbasis data. “Risiko terus berkembang, begitu pula pola yang digunakan pelaku. Pengawasan harus menyeluruh, tidak terpaku pada satu jenis komoditas,” tegasnya dalam keterangan resmi.
Operasi bersama ini menjadi bukti sinergi antarinstansi dalam menjaga keutuhan dan keamanan perbatasan negara. Dengan pendekatan berbasis risiko dan koordinasi lintas sektor, diharapkan dapat meminimalisasi pelanggaran dan menjamin kepatuhan hukum di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Widodo AS Tutup Usia, Pemimpin TNI Pertama dari Angkatan Laut
Mantan Panglima TNI dan Menko Polhukam, Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto, meninggal dunia pada Minggu (25/10), meninggalkan jejak sejarah sebagai tokoh militer pertama dari matra Angkatan Laut yang memimpin TNI secara nasional.
25 Oktober 2026

Demonstrasi Prancis Ricuh, Massa Protes Biaya Hidup
Aksi protes nasional di Paris dan Marseille memicu bentrokan dengan polisi akibat ketidakpuasan terhadap kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup yang tinggi.
25 Oktober 2026

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Kelompok Houthi menyangkal tudingan Arab Saudi bahwa rudal mereka menargetkan Makkah dan Madinah, menyebut pernyataan tersebut sebagai kebohongan besar.
25 Oktober 2026

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Dua pesawat latih SF-260 Angkatan Udara Filipina bertabrakan saat latihan, menewaskan empat pilot di Pangkalan Udara Fernando, Batangas.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

MHTG Tuntaskan Topping Off, Siapkan Pusat Kanker Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.49 WITA

Diskon Hingga Jutaan Rupiah untuk Mesin Cuci dan Kulkas di Transmart
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.49 WITA

Gandrung Sewu 2026 Tampilkan Tradisi Bercahaya di Malam Hari
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.43 WITA

Moto3 Australia 2026 Batal, Veda Ega Kecewa, Danish Dapat Keuntungan
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.32 WITA

Klasemen MotoGP 2026 Stabil Usai Australia Batal Digelar
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.32 WITA

Topan Champi Ancam Taiwan dan Jepang, Ratusan Penerbangan Dibatalkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.32 WITA

Demonstrasi Massal Prancis Tertahan, Ratusan Ribu Jatuhkan Kritik pada Kebijakan Pemerintah
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.31 WITA

Singapura Pertahankan Komitmen Kontrak Meski Ekspor Gas Dipangkas
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.30 WITA

