Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Perbaikan Trotoar Gasibu Dipercepat untuk Aksesibilitas

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mempercepat pembenahan trotoar di sekitar Lapangan Gasibu agar lebih ramah bagi pejalan kaki dan penyandang disabilitas melalui penambahan undakan dan pemasangan ubin pemandu.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 22.48 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Perbaikan Trotoar Gasibu Dipercepat untuk Aksesibilitas
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan langkah konkret dalam meningkatkan aksesibilitas di kawasan Gasibu, Bandung, dengan menginstruksikan perbaikan teknis trotoar yang sebelumnya dinilai terlalu tinggi bagi pejalan kaki. Ketinggian trotoar yang tidak sesuai standar menjadi sorotan publik, terutama bagi penyandang disabilitas yang kesulitan menyeberang dari jalan raya ke permukaan trotoar. Gubernur Jawa Barat, yang akrab dipanggil KDM, menegaskan bahwa perbaikan ini bukan sekadar pembenahan fisik, melainkan bagian dari komitmen memastikan ruang publik inklusif.

Dalam arahan resmi, KDM memerintahkan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat untuk segera membangun undakan bertingkat sebagai penyeimbang ketinggian antara jalan dan trotoar. Tujuannya adalah menghilangkan hambatan langsung yang membuat akses pejalan kaki menjadi sulit, terutama bagi lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas. Dengan adanya undakan ini, perpindahan dari permukaan jalan ke trotoar akan lebih aman dan nyaman tanpa harus melompat atau menaiki tingkatan tiba-tiba.

Selain undakan, pemasangan ubin pemandu (guiding block) akan dilakukan di sepanjang trotoar untuk membantu pejalan kaki berkebutuhan khusus dalam menavigasi jalur. Ubin ini dirancang untuk memberikan panduan melalui sentuhan dan suara, sehingga dapat digunakan oleh penyandang tunanetra secara mandiri. Langkah ini sejalan dengan prinsip tata ruang yang mengutamakan keamanan, kenyamanan, dan keberlanjutan bagi seluruh pengguna ruang publik.

Gubernur menegaskan bahwa trotoar bukan ruang untuk pedagang, kendaraan bermotor, maupun pesepeda. Fungsi utamanya adalah sebagai fasilitas bagi pejalan kaki, dan perlu disterilkan dari penyalahgunaan. Pembenahan ini dilakukan dalam kerangka penataan menyeluruh di kawasan Gasibu yang berlangsung hingga awal 2027, dengan tujuan menghadirkan ruang publik yang aman, nyaman, dan inklusif bagi semua lapisan masyarakat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya