Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Permintaan Kapal Tambang Anjlok, Galangan Kapal Alihkan Produksi ke BBM

Penurunan drastis permintaan kapal tongkang dan tugboat dari sektor tambang menyebabkan galangan kapal nasional menyesuaikan produksi ke pengangkutan bahan bakar minyak.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 09.07 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 95x dibuka
Permintaan Kapal Tambang Anjlok, Galangan Kapal Alihkan Produksi ke BBM📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Permintaan kapal untuk kebutuhan pertambangan di dalam negeri mengalami penurunan signifikan, mencapai hingga 60% dalam periode satu tahun terakhir. Fenomena ini terjadi seiring melemahnya aktivitas eksplorasi dan ekspor mineral, yang berdampak langsung pada sektor galangan kapal. Sebagai respons, industri perkapalan mulai mengalihkan fokus produksi dari kapal khusus tambang menuju kapal yang mendukung logistik energi, khususnya pengangkutan bahan bakar minyak.

Ketua Umum Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) menyebutkan bahwa pergeseran arah produksi telah terjadi secara nyata. Ia menegaskan bahwa kebutuhan akan tongkang dan tugboat—yang sebelumnya menjadi dominasi produksi—kini berkurang drastis. Sebaliknya, kapal-kapal seperti tanker, mini tanker, dan SPOB (Self-Propelled Oil Barge) kini menjadi prioritas pembangunan. Perubahan ini didorong oleh dinamika pasar dan kebutuhan logistik energi yang terus tumbuh.

Dengan kapasitas pembangunan sekitar 1.200 kapal baru per tahun, anggota Iperindo mampu memenuhi berbagai kebutuhan, baik dari sektor pemerintah, BUMN, maupun swasta. Selain pembangunan baru, kapasitas perbaikan dan perawatan kapal juga menjadi bagian penting dari ekosistem industri. Kemampuan ini diperlukan untuk menjaga kelancaran operasional armada, terutama dalam distribusi energi dan logistik maritim.

Pemerintah terus mendorong transformasi industri perkapalan nasional melalui kebijakan strategis. Rencana jangka menengah 2026–2030 menargetkan peningkatan kapasitas galangan di luar Jawa dan Batam, dengan kemampuan membangun kapal hingga 30.000 DWT. Sementara itu, kapasitas produksi tanker ditargetkan mencapai 60.000 DWT, sebagai upaya memperkuat ketahanan nasional di bidang transportasi maritim dan energi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya