Kamis, 17 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Perombakan Pejabat Kemenkeu Dibatalkan Usai Temukan Nama "Ajaib

Direktur Jenderal Pajak dan Bea Cukai meminta pembatalan perombakan besar-besaran pejabat Kemenkeu yang dilakukan era Purbaya karena ditemukan nama-nama yang melompati proses assessment talent management.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 15.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Perombakan Pejabat Kemenkeu Dibatalkan Usai Temukan Nama "Ajaib📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Keuangan kembali mengambil langkah korektif terkait kebijakan perombakan struktur kepemimpinan yang sempat dilakukan pada awal September lalu. Dalam rapat koordinasi internal, Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto bersama Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama secara tegas menyarankan penundaan sementara serta pembatalan keputusan tersebut. Alasannya, setelah dilakukan telaah mendalam, ditemukan sejumlah nama yang masuk dalam daftar rotasi tanpa melalui proses seleksi talent management yang berlaku.

Bimo menegaskan bahwa keberadaan pejabat yang ditempatkan tanpa melalui ujian, penilaian kinerja, maupun evaluasi kelayakan menciptakan ketidakadilan bagi pegawai lain yang telah menempuh proses panjang. Ia menyebut nama-nama tersebut sebagai "ajaib" karena muncul tanpa jejak prosedural. Menurutnya, hal ini berpotensi merusak moral dan semangat kerja di lingkungan internal kementerian, terutama bagi yang telah menjalani serangkaian tes dan penilaian secara objektif.

Langkah korektif ini didukung penuh oleh Menteri Keuangan Suahasil Nazara, yang menyatakan komitmennya untuk meninjau ulang seluruh kebijakan yang berlaku di era sebelumnya. Ia menekankan bahwa penunjukan pejabat harus dilakukan secara sistematis, melibatkan koordinasi lintas unit eselon I, dan berdasarkan prinsip akuntabilitas serta transparansi. Suahasil menyatakan bahwa keputusan akhir akan diputuskan setelah mendapatkan masukan dari seluruh unit kerja terkait.

Sementara itu, mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi perubahan kebijakan ini dengan menyatakan bahwa kebijakan perombakan yang ia tetapkan memang menjadi salah satu faktor yang berkontribusi pada pencopotannya. Namun, ia menolak tudingan adanya konflik internal atau gesekan dengan jajaran bawah. Ia menegaskan bahwa pergantian menteri merupakan keputusan prerogatif presiden, yang telah dipertimbangkan secara matang selama setahun terakhir.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya