Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pertamina dan Medco Perkuat Kepemilikan di Blok Migas Kutai

Pertamina dan Medco Energi akuisisi masing-masing 10% hak partisipasi di empat blok migas strategis Kalimantan Timur melalui kesepakatan Oktober 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 21.25 WITA·👁 6 orang membaca· 0 hari ini · 181x dibuka
Pertamina dan Medco Perkuat Kepemilikan di Blok Migas Kutai📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perusahaan patungan Eni dan Petronas, Searah, telah menyerahkan sebagian kepemilikan hak partisipasi (PI) di empat wilayah kerja migas di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur, kepada perusahaan nasional. Transaksi ini mencakup tiga blok yang dikelola oleh Searah—North Ganal, Rapak, dan East Sepinggan—dengan Pertamina Hulu Energi (PHE) menjadi penerima utama. Dengan akuisisi tersebut, PHE meningkatkan kepemilikan di Blok East Sepinggan dari 15% menjadi 25%, menunjukkan komitmen strategis dalam pengembangan aset hulu nasional.

Peningkatan kepemilikan ini diarahkan untuk menjaga keberlanjutan produksi energi nasional dan memperkuat posisi Pertamina dalam portofolio aset migas berkualitas tinggi. Direktur Utama PHE menegaskan bahwa kehadiran perusahaan dalam blok-blok tersebut mendukung sinergi pengembangan energi di Kalimantan Timur, khususnya dalam kaitannya dengan infrastruktur LNG yang telah mapan. Langkah ini juga sejalan dengan upaya memperkuat kedaulatan energi melalui partisipasi aktif di wilayah produksi strategis.

Selain Pertamina, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) juga mengamankan 10% hak partisipasi non-operator dari Eni dalam empat kontrak bagi hasil (PSC) di wilayah Kutai. Empat blok tersebut mencakup Muara Bakau, Ganal, West Ganal, dan East Ganal, yang tersebar dari tahap produksi hingga eksplorasi. Blok Muara Bakau kini telah beroperasi penuh, sementara Ganal dan West Ganal dalam tahap pengembangan, sedangkan East Ganal masih dalam fase eksplorasi.

CEO Medco Energi, Ronald Gunawan, menyatakan bahwa transaksi ini memperluas kehadiran perusahaan dalam rantai pasokan gas alam cair (LNG) dan mendukung ekspansi operasional di wilayah yang terintegrasi dengan infrastruktur berkelas internasional. Ia menilai bahwa pengakuisisian tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi perusahaan dalam ekosistem energi nasional.

Kedua akuisisi ini dinilai mendorong percepatan Proyek Strategis Nasional Kutei North Hub serta memperkuat integrasi operasional dengan fasilitas PT Badak NGL. Dengan masuknya dua perusahaan nasional, potensi pasokan gas dari Cekungan Kutai diperkirakan akan lebih optimal, sekaligus memperkuat kemandirian energi Indonesia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya