Pertamina Tingkatkan Pasokan LPG 3 Kg 65% di Sulselbar
Pertamina menambah pasokan LPG 3 kg hingga 65% di Sulawesi Selatan dan Barat untuk mendukung kebutuhan sektor pertanian yang meningkat.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 19.39 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melakukan penambahan pasokan LPG 3 kilogram secara khusus di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat guna mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat, khususnya dari sektor pertanian. Penyaluran tambahan ini dilakukan dalam periode akhir Juli hingga Agustus 2026, dengan peningkatan mencapai 65 persen dari rata-rata harian sebelumnya, sebagai respons terhadap dinamika kebutuhan lapangan.
Peningkatan pasokan dilakukan berdasarkan pemantauan langsung terhadap tingkat konsumsi di lapangan, dengan penekanan pada wilayah yang mengalami peningkatan serapan tinggi, terutama sentra pertanian. Penyaluran dilakukan secara terukur dan selektif untuk memastikan distribusi tepat sasaran dan efektif dalam menjaga ketersediaan stok bagi masyarakat yang berhak.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menegaskan bahwa kebijakan tambahan pasokan merupakan bagian dari upaya menjaga ketahanan energi lokal. Ia menyampaikan bahwa Pertamina terus memantau perkembangan kebutuhan dan melakukan penyesuaian distribusi secara dinamis sesuai kondisi lapangan.
Pertamina juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, agen, pangkalan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tidak terjadi kelangkaan. Di samping itu, program BrightGas telah diaktifkan sebagai alternatif bagi petani yang tidak termasuk dalam Daftar Penerima Paket Perdana (DP3), guna mendorong penggunaan LPG non subsidi sesuai aturan pemerintah.
Lilik menegaskan bahwa LPG 3 kg merupakan komoditas bersubsidi yang penggunaannya harus sesuai kriteria penerima. Petani yang tidak masuk kategori penerima subsidi dilarang menggunakan LPG 3 kg untuk kegiatan pertanian dan diarahkan memanfaatkan BrightGas sebagai solusi energi yang lebih tepat. Dengan pilihan ini, kebutuhan energi pertanian tetap terpenuhi tanpa menyalahgunakan subsidi yang ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PMI Manufaktur RI Masih di Zona Kontraksi
Aktivitas industri manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada Agustus 2026, tercatat di level 49,8, menunjukkan penurunan aktivitas produksi.
9 September 2026

Imos 2026 Siap Hadirkan Solusi Mobilitas Modern di Tangerang
Pameran sepeda motor terbesar Tanah Air bakal digelar 20–29 November 2026 di ICE BSD City, menawarkan inovasi teknologi dan beragam solusi mobilitas produktif bagi masyarakat.
8 September 2026

Dana Desa Rp40 T Siap Lunasi Cicilan Kopdes Merah Putih
Pemerintah menjamin pembayaran cicilan proyek Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani bank negara berkat alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
8 September 2026

237 SPBU di Jatim, Bali, NTB, dan NTT Diberi Sanksi BBM Subsidi
Pertamina menerapkan sanksi terhadap 237 SPBU di lima wilayah karena pelanggaran penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


