Pertumbuhan Mobil Hybrid Dorong Kesadaran Energi Listrik
Kenaikan harga BBM nonsubsidi mendorong masyarakat beralih ke kendaraan hybrid, terbukti dari pertumbuhan penjualan hingga 42,9 persen sepanjang Januari-Juli 2026.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 17.37 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kenaikan harga bahan bakar minyak nonsubsidi mulai memengaruhi pola konsumsi masyarakat terhadap kendaraan pribadi, khususnya dalam penggunaan mobil hybrid. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menilai tren ini sebagai bentuk kesadaran yang meningkat terhadap efisiensi energi dan penghematan biaya operasional jangka panjang. Ia menekankan bahwa kendaraan listrik dan hybrid menawarkan alternatif yang lebih ekonomis dibanding kendaraan konvensional, terutama dalam kondisi fluktuasi harga bahan bakar.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil hybrid pada periode Januari-Juli 2026 mencatat kenaikan sebesar 42,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan lebih tinggi terjadi pada mobil plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) yang naik 234,7 persen, sementara mobil listrik berbasis baterai tumbuh 88,6 persen. Angka-angka ini menunjukkan pergeseran nyata dalam preferensi konsumen terhadap teknologi transportasi rendah emisi.
Airlangga menegaskan bahwa pertumbuhan signifikan ini bukan sekadar fenomena sementara, melainkan indikator kuat perubahan perilaku masyarakat dalam memilih kendaraan yang lebih berkelanjutan. Ia menyebut peningkatan 40 persen pada semester pertama tahun ini sebagai pencapaian positif yang mencerminkan kesadaran kolektif terhadap pemanfaatan energi listrik dalam transportasi. Pertumbuhan tersebut juga diharapkan mampu mendorong kemandirian industri otomotif nasional.
Pemerintah, lanjutnya, terus memperkuat kebijakan transisi energi di sektor transportasi dengan memperluas pemanfaatan B50, mengembangkan infrastruktur kendaraan listrik, serta memacu inovasi dalam bahan bakar nabati dan teknologi hidrogen. Tujuan utamanya adalah menurunkan emisi karbon dan menciptakan sistem transportasi yang lebih berkelanjutan secara ekonomi dan lingkungan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang menutupi kaca mobil berpotensi menyebabkan baret jika wiper digunakan secara salah, sebagaimana dijelaskan pakar otomotif ITB.
8 September 2026

Agustus 2026 Catat Rekor Penjualan Mobil Baru
Penjualan mobil baru di Indonesia mencapai rekor tertinggi sepanjang 2026, didorong lonjakan penjualan ritel dan momentum GIIAS yang sukses menarik minat konsumen.
8 September 2026

Penjualan Mobil Agustus 2026 Tembus Rekor 83 Ribu Unit
Penjualan mobil ritel di Agustus 2026 mencatat rekor tertinggi sepanjang tahun, melampaui angka 80 ribu unit, didorong oleh momentum GIIAS 2026 dan pertumbuhan tahunan signifikan.
8 September 2026

Pemerintah Siap Bangun Pabrik Motor Listrik Nasional
Pemerintah RI menegaskan komitmen membangun pabrik motor listrik sendiri melalui program MOLINAS demi percepatan industri hijau dan kemandirian teknologi nasional.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


