Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pertumbuhan Mobil Hybrid Dorong Kesadaran Energi Listrik

Kenaikan harga BBM nonsubsidi mendorong masyarakat beralih ke kendaraan hybrid, terbukti dari pertumbuhan penjualan hingga 42,9 persen sepanjang Januari-Juli 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 17.37 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pertumbuhan Mobil Hybrid Dorong Kesadaran Energi Listrik
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kenaikan harga bahan bakar minyak nonsubsidi mulai memengaruhi pola konsumsi masyarakat terhadap kendaraan pribadi, khususnya dalam penggunaan mobil hybrid. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menilai tren ini sebagai bentuk kesadaran yang meningkat terhadap efisiensi energi dan penghematan biaya operasional jangka panjang. Ia menekankan bahwa kendaraan listrik dan hybrid menawarkan alternatif yang lebih ekonomis dibanding kendaraan konvensional, terutama dalam kondisi fluktuasi harga bahan bakar.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil hybrid pada periode Januari-Juli 2026 mencatat kenaikan sebesar 42,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan lebih tinggi terjadi pada mobil plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) yang naik 234,7 persen, sementara mobil listrik berbasis baterai tumbuh 88,6 persen. Angka-angka ini menunjukkan pergeseran nyata dalam preferensi konsumen terhadap teknologi transportasi rendah emisi.

Airlangga menegaskan bahwa pertumbuhan signifikan ini bukan sekadar fenomena sementara, melainkan indikator kuat perubahan perilaku masyarakat dalam memilih kendaraan yang lebih berkelanjutan. Ia menyebut peningkatan 40 persen pada semester pertama tahun ini sebagai pencapaian positif yang mencerminkan kesadaran kolektif terhadap pemanfaatan energi listrik dalam transportasi. Pertumbuhan tersebut juga diharapkan mampu mendorong kemandirian industri otomotif nasional.

Pemerintah, lanjutnya, terus memperkuat kebijakan transisi energi di sektor transportasi dengan memperluas pemanfaatan B50, mengembangkan infrastruktur kendaraan listrik, serta memacu inovasi dalam bahan bakar nabati dan teknologi hidrogen. Tujuan utamanya adalah menurunkan emisi karbon dan menciptakan sistem transportasi yang lebih berkelanjutan secara ekonomi dan lingkungan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya