Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Perubahan Desil DTSEN Disebabkan Data Baru dari BKKBN

Kenaikan dan penurunan posisi desil di DTSEN disebabkan masuknya 12 juta data baru dari BKKBN yang belum diverifikasi, namun pemerintah menegaskan tidak otomatis menghilangkan hak bantuan sosial.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 18.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Perubahan Desil DTSEN Disebabkan Data Baru dari BKKBN
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Peningkatan signifikan dalam jumlah data sosial ekonomi nasional menyebabkan fluktuasi posisi desil pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Volume 3. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebutkan bahwa sekitar 12 juta data baru dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, melalui BKKBN, masuk ke dalam sistem tanpa proses verifikasi dan validasi awal, sehingga menimbulkan perubahan dinamis pada peringkat kesejahteraan penduduk.

Perubahan tersebut telah ditangani melalui terbitnya DTSEN Volume 3.1 yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Proses koreksi dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan pemutakhiran dari berbagai sumber, termasuk kolaborasi dengan pemerintah daerah. Menurut Menteri, data kini sudah dalam tahap stabilisasi dan akan terus diperbaiki dalam waktu 1–2 minggu ke depan untuk memastikan akurasi dan keandalan.

Pemerintah menegaskan bahwa perubahan desil tidak serta-merta menghapus hak seseorang atas bantuan sosial. Penyaluran bantuan masih menunggu penetapan resmi per periode, terutama untuk program seperti Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH), yang tetap berjalan sesuai jadwal dan kriteria yang telah ditetapkan. Bahkan, kenaikan desil tidak berarti seseorang secara otomatis menjadi lebih sejahtera atau kehilangan akses bantuan.

Desil merupakan sistem pemeringkatan relatif berdasarkan tingkat kesejahteraan nasional, bukan ukuran absolut terhadap penghasilan atau status kekayaan. Dengan pembagian menjadi sepuluh kelompok, perubahan posisi bisa terjadi tanpa perubahan kondisi ekonomi pribadi, misalnya akibat perubahan kondisi sosial ekonomi di wilayah lain yang berdampak pada perankingan nasional. Desil digunakan sebagai acuan prioritas dalam distribusi bantuan, bukan satu-satunya syarat.

Masyarakat yang merasa data dirinya tidak sesuai dapat mengajukan pemutakhiran melalui berbagai saluran, termasuk pemerintah desa atau kelurahan, operator SIKS-NG, pendamping PKH, BPS, atau aplikasi Cek Bansos. Layanan dukungan juga tersedia melalui call center 021-171, WhatsApp 08877-171-171, serta situs daring dtsen-form.bps.go.id dan perlinsos.kemensos.go.id.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya