Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Petani Temanggung Panen Tembakau Srintil Berkualitas Tinggi

Petani di lereng Gunung Sumbing, Temanggung, berhasil memanen tembakau srintil dengan nilai jual mencapai jutaan rupiah per kilogram berkat kualitas unggul yang dihasilkan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 06.37 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Petani Temanggung Panen Tembakau Srintil Berkualitas Tinggi
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Petani di kawasan lereng Gunung Sumbing, Kabupaten Temanggung, kembali meraih hasil panen tembakau srintil yang memuaskan pada musim panen tahun ini. Tanaman khas daerah ini, yang dikenal dengan kualitas rasa dan aroma khas, kembali menunjukkan potensi ekonomi tinggi di pasar lokal maupun ekspor. Hasil panen kali ini menunjukkan keberlanjutan produksi yang telah menjadi tradisi turun-temurun di wilayah tersebut.

Kualitas tembakau srintil sangat dipengaruhi oleh kondisi tanah vulkanik, curah hujan yang teratur, serta praktik budidaya yang dijaga secara ketat oleh petani. Nilai jualnya berkisar antara Rp450 ribu hingga lebih dari satu juta rupiah per kilogram, tergantung pada tingkat kematangan, warna, dan tekstur daun. Kenaikan harga ini mencerminkan permintaan yang terus meningkat, baik dari industri rokok maupun pasar khusus tembakau premium.

Para petani menyebut tembakau srintil sebagai produk unggulan yang mampu memberikan nilai tambah signifikan dibanding komoditas pertanian lainnya. Dengan pendapatan yang lebih tinggi, banyak petani kini lebih memilih menanam tembakau srintil sebagai komoditas utama, meski membutuhkan perawatan intensif dan waktu panen yang lebih lama dibanding tanaman lain.

Dengan komitmen menjaga kualitas dan keberlanjutan lingkungan, petani Temanggung berharap produksi tembakau srintil bisa semakin dikenal secara nasional dan internasional. Upaya ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi petani di wilayah pegunungan yang sering dianggap terpencil.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya