Peternak Minta Audit Rantai Pasok Ayam
Permindo menyerukan audit menyeluruh terhadap rantai pasok ayam untuk mengungkap penyebab pelebaran harga dari peternak hingga konsumen.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 13.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo) menekankan perlunya pemerintah melakukan audit menyeluruh terhadap struktur harga ayam, menyusul kenaikan harga yang dirasakan konsumen hingga mencapai Rp40.000 per kg. Ketua Umum Permindo, Kusnan, menyoroti ketidakseimbangan harga antara ayam hidup di kandang—sekitar Rp25.000 per kg—dengan harga yang dibayar konsumen, yang jauh lebih tinggi. Ia menegaskan bahwa menekan harga di tingkat peternak bukan solusi jika akar permasalahan terletak pada distribusi dan margin di rantai pasok.
Kusnan menyoroti pentingnya transparansi dalam pembentukan harga, mulai dari biaya pemotongan, transportasi, cold chain, hingga margin pedagang, distributor, dan broker. Ia menekankan bahwa tidak cukup hanya mengamati angka harga di satu titik, tetapi harus melacak setiap tahap dari peternak hingga pasar. "Jangan langsung menyalahkan peternak hanya karena harga di konsumen mahal. Selisih harga itu terjadi di tengah rantai, dan harus diungkap secara objektif," tegasnya.
Dengan harga pokok produksi (HPP) peternak sekitar Rp23.500–Rp24.000 per kg, harga ayam hidup Rp25.000 per kg masih memberikan keuntungan yang minim—hanya Rp1.000–Rp1.500 per kg. Jika harga turun di bawah HPP, peternak akan mengalami kerugian, yang berisiko mengurangi populasi atau bahkan menutup usaha. Jika kondisi ini terus berlanjut, pasokan ayam bisa menurun dan kembali menekan harga di tingkat konsumen.
Permindo mengusulkan lima langkah strategis: menjaga harga ayam hidup di atas HPP, melakukan audit rantai pasok berbasis data, membuka transparansi harga dari DOC hingga konsumen, memperpendek rantai distribusi dengan melibatkan koperasi dan organisasi peternak, serta membangun sistem peringatan dini yang mengintegrasikan data produksi, harga pakan, DOC, dan permintaan pasar. Tujuannya adalah menciptakan keseimbangan harga yang adil bagi semua pihak.
Kusnan menegaskan bahwa peternak bukan pihak yang harus ditanggungkan saat harga konsumen melambung. “Masalahnya bukan di peternak, tapi di efisiensi rantai pasok,” ujarnya. Ia menekankan bahwa keberhasilan kebijakan perunggasan harus diukur bukan hanya dari penurunan harga di pasar, tetapi dari keseimbangan harga yang sehat bagi peternak, pedagang, dan konsumen. Tanpa peternak yang tetap bertahan, ketahanan protein nasional akan terancam.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Imos 2026 Siap Hadirkan Solusi Mobilitas Modern di Tangerang
Pameran sepeda motor terbesar Tanah Air bakal digelar 20–29 November 2026 di ICE BSD City, menawarkan inovasi teknologi dan beragam solusi mobilitas produktif bagi masyarakat.
8 September 2026

Dana Desa Rp40 T Siap Lunasi Cicilan Kopdes Merah Putih
Pemerintah menjamin pembayaran cicilan proyek Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani bank negara berkat alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
8 September 2026

237 SPBU di Jatim, Bali, NTB, dan NTT Diberi Sanksi BBM Subsidi
Pertamina menerapkan sanksi terhadap 237 SPBU di lima wilayah karena pelanggaran penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026.
8 September 2026

7-10 Oktober 2026, Pameran Kesehatan Terbesar di Asia Tenggara Hadirkan Inovasi Berbasis AI
Hospital Expo 2026 di BSD City akan menampilkan lebih dari 600 peserta dengan teknologi kesehatan canggih berbasis kecerdasan buatan, termasuk alat bedah robotik dan deteksi risiko penyakit melalui analisis retina.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


