Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

PHP Rentan, Pemerintah Daerah dan Sekolah Terancam Gagal Akses

Banyak situs pemerintah daerah dan sekolah di Indonesia masih gunakan PHP versi lama yang tidak didukung, berpotensi jadi sasaran serangan siber meski belum ada insiden di tanah air.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 23.02 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 19x dibuka
PHP Rentan, Pemerintah Daerah dan Sekolah Terancam Gagal Akses📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sejumlah situs milik pemerintah daerah dan lembaga pendidikan di Indonesia ditemukan masih mengandalkan versi PHP yang telah usang, seperti PHP 7 atau bahkan 5.6, yang tidak lagi menerima pembaruan keamanan. Meskipun hingga hari ini belum ada laporan serangan langsung terhadap sistem pemerintah Indonesia akibat celah keamanan PHP, pakar keamanan siber memperingatkan risiko tinggi akibat keterlambatan pembaruan. Dalam kondisi seperti ini, keberadaan celah tidak lagi soal teknis semata, melainkan ketidaksiapan sistem dalam merespons ancaman yang muncul.

Kebanyakan situs publik yang menggunakan PHP lama dikelola oleh tenaga TI yang terbatas, bahkan hanya satu orang yang merangkap tugas di lingkungan pemerintah daerah atau sekolah. Kondisi ini memperbesar potensi kegagalan dalam mendeteksi dan menangani kerentanan. Padahal, celah keamanan yang ditemukan baru-baru ini di PHP, didukung oleh kecerdasan buatan, mampu mengakibatkan akses tak sah ke server dan pencurian data sensitif seperti NIK, nomor telepon, kata sandi, hingga transaksi finansial.

Berdasarkan pemantauan terhadap layanan utama seperti pajak.go.id, dukcapil.kemendagri.go.id, dan bssn.go.id, semua tetap beroperasi normal tanpa indikasi pemadaman. Namun, keadaan ini tidak menjamin keamanan jangka panjang, terutama jika sistem belum diperbarui. Praktik menonaktifkan layanan yang dilakukan sejumlah negara di Eropa bukan karena serangan aktif, melainkan tindakan pencegahan menyusul ditemukannya celah kritis. Hal ini menunjukkan pentingnya respons proaktif, bukan hanya reaktif.

Pakar menekankan bahwa pembaruan PHP tidak bisa diandalkan secara otomatis seperti WordPress. Prosesnya harus dilakukan secara manual oleh admin server atau penyedia hosting. Dalam situasi tidak memungkinkan memperbarui segera, pembatasan akses dari internet dapat menjadi langkah mitigasi sementara. Masyarakat juga diminta waspada terhadap upaya phishing, seperti permintaan login ulang melalui tautan mencurigakan atau permintaan data pribadi yang tidak lazim, seperti foto KTP dan selfie.

Pemerintah perlu melakukan pendataan menyeluruh terhadap seluruh server dan situs yang masih menggunakan PHP rentan, khususnya di wilayah pemerintahan daerah dan sekolah. Respons yang hanya mengandalkan imbauan tidak cukup. Diperlukan pendekatan sistemik, termasuk pelatihan bagi staf TI kecil dan penyedia layanan, agar mampu menjaga keamanan digital secara berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya