Pigai dan Nusron Jadi Menteri Paling Tidak Populer Menurut Survei
Survei Matriks Politik Indonesia menempatkan Natalius Pigai dan Nusron Wahid sebagai menteri terburuk dalam kabinet Merah Putih, berdasarkan penilaian 1.200 responden pada Oktober 2026.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 09.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 57x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Hasil survei terbaru yang dilakukan oleh Matriks Politik Indonesia menunjukkan bahwa Menteri HAM Natalius Pigai dan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menjadi dua pejabat kabinet dengan penilaian terendah di antara seluruh menteri dalam periode dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Survei yang berlangsung pada 10 hingga 15 Oktober 2026 melibatkan 1.200 responden yang dipilih secara acak dari seluruh provinsi di Indonesia, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error ±2,9 persen.
Pigai mendapatkan skor penilaian buruk sebesar 82,6 persen, menjadi peringkat pertama dalam kategori menteri terburuk, disusul Nusron Wahid dengan 78,3 persen. Kedua tokoh ini diikuti oleh Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo (75,2 persen), Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto (68,2 persen), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (65,7 persen), dan Menteri Perumahan Rakyat Maruarar Sirait (60,7 persen).
Direktur Komunikasi Matriks Politik Indonesia, Supriyadi, menyatakan bahwa penilaian negatif terhadap Pigai dan Nusron mencerminkan ketidakpuasan publik terhadap kinerja keduanya dalam menjalankan tugas di kabinet. Ia menegaskan bahwa penilaian tersebut bukan sekadar opini, melainkan hasil dari data empiris yang mencerminkan persepsi masyarakat terhadap kinerja menteri.
Meski memiliki popularitas cukup tinggi—72,9 persen—Nusron Wahid justru menjadi sorotan karena keterlibatannya dalam kasus suap terkait pengurusan hak guna bangunan di Kabupaten Bogor. Kasus ini terungkap setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan, yang kemudian menyeret sejumlah pejabat di Kementerian ATR/BPN. Hal ini turut memengaruhi persepsi publik terhadap kredibilitas dan integritas menteri yang bersangkutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Pemerintah membangun 66 unit hunian tetap di dua lokasi di Lhokseumawe untuk memulihkan tempat tinggal warga terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025.
24 Oktober 2026

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 99,8 persen, namun sekitar 11.000 desa dan dusun masih belum terjangkau listrik, dengan target pemerintah menyediakan akses listrik untuk semua hingga 2029.
24 Oktober 2026

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Pemerintah siap menghadapi dampak La Nina melalui kesiapan infrastruktur dan kolaborasi nasional untuk menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
24 Oktober 2026

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam meraih penghargaan terbaik dalam kategori Tata Kelola dan Kepatuhan di ajang Penghargaan Energi Subroto 2026.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

