Pilot Project Kedelai di Serdang Bedagai Diresmikan
PTPN IV PalmCo mulai penanaman kedelai serentak di 20 lokasi sebagai bagian dari program nasional peningkatan ketahanan pangan.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 00.50 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - PTPN IV PalmCo, anak usaha PTPN Group, resmi meluncurkan proyek percontohan penanaman kedelai di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, sebagai bagian dari upaya strategis mendukung kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Penanaman dimulai secara serentak di 20 titik wilayah kerja, dengan fokus pada areal replanting kelapa sawit yang sedang dalam masa transisi. Luas area percontohan mencapai 1.000 hektare, menjadi langkah konkret dalam mengoptimalkan lahan kosong sebelum kembali ditanami sawit.
Dalam peresmian, Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K Santosa, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan respons langsung atas arahan pemerintah untuk meningkatkan produksi kedelai dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor. Ia menyebutkan bahwa kebijakan ini sejalan dengan visi nasional untuk mencapai swasembada kedelai dalam jangka menengah. Penanaman perdana dilaksanakan di Kebun Adolina Regional 2 sebagai simbol komitmen perusahaan terhadap transformasi pertanian berkelanjutan.
Dalam prosesnya, lahan yang sedang dalam masa kosong antara panen sawit lama dan penanaman baru akan dimanfaatkan untuk menanam kedelai selama sekitar enam bulan. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi petani dan masyarakat sekitar. Dengan memanfaatkan waktu kosong secara efisien, perusahaan berharap dapat menciptakan sumber pangan lokal yang berkelanjutan tanpa mengganggu keberlanjutan perkebunan utama.
Tujuan utama dari proyek ini adalah membuktikan kelayakan dan efektivitas penanaman kedelai di lahan perkebunan yang sebelumnya ditanami sawit. Jika hasilnya memenuhi target, rencananya skema serupa akan dikembangkan ke wilayah lain di bawah naungan PTPN III. Proyek ini juga menjadi bagian dari upaya integrasi sistem pertanian berkelanjutan yang mendorong kemandirian pangan dan penguatan ekonomi lokal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan campuran solar B50, memicu minat belajar dari Jepang hingga negara Eropa terkait implementasi dan regulasinya.
9 September 2026

48 Jam Listrik Padam, Warga Gambia Aksi Massal Tuntut Presiden Mundur
Pemadaman listrik berkepanjangan selama 48 jam di Gambia memicu unjuk rasa besar-besaran di Banjul dan daerah lain, dengan massa menuntut presiden Adama Barrow mundur, sementara pihak berwenang mengaku penyebabnya adalah lonjakan beban dan gangguan teknis.
9 September 2026

Warga Bantaran Rel Senen Diberi Hunian Sementara oleh Pemerintah
Ratusan warga eks bantaran rel Senen kini tinggal di hunian sementara yang disediakan pemerintah, menandai realisasi program relokasi dan penataan kawasan.
9 September 2026

Pemerintah Siapkan Rp17 T untuk Bansos Beras Hingga Akhir 2026
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp17 triliun untuk penyaluran bantuan beras 30 kg per keluarga penerima hingga akhir 2026, dengan distribusi secara rutin dan terkonsentrasi.
9 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Data Ekonomi India Dikritik, Mantan Pejabat Sebut Manipulasi Sistemik
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA


