PLTS 100 GWp Siap Ciptakan 5,5 Juta Lapangan Kerja
Program pembangunan PLTS 100 GWp dinilai mampu menciptakan 5,5 juta lapangan kerja, menghemat anggaran negara Rp73,9 triliun, serta mengurangi emisi karbon 140 juta ton.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 22.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkirakan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 100 gigawatt peak (GWp) mampu menciptakan lapangan kerja hingga 5,5 juta orang. Angka ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam mempercepat transisi energi sekaligus memperkuat ekonomi lokal. Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, menyatakan bahwa proyek ini bukan hanya fokus pada peningkatan kapasitas listrik bersih, tetapi juga transformasi struktural terhadap industri dalam negeri.
Dalam kesempatan acara Indo EBTKE ConEx and Exhibition 2026 di JIExpo Kemayoran, Eniya menegaskan bahwa program ini telah resmi diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut potensi penghematan anggaran negara mencapai Rp73,9 triliun selama periode operasional, sementara dampak lingkungan berupa pengurangan emisi karbon diperkirakan mencapai 140 juta ton. Dua dampak strategis ini menjadi dasar kuat bagi percepatan realisasi proyek di berbagai wilayah.
Pelaksanaan tahap awal telah dimulai dengan proyek 5,3 GW yang diluncurkan di Bali pada Agustus 2026. Kini, pemerintah tengah menyusun kerangka regulasi pendukung, termasuk rancangan peraturan presiden yang menjadi pedoman utama dalam pengembangan PLTS skala besar. Langkah ini diambil untuk menjamin keteraturan, kepastian hukum, serta efisiensi implementasi di lapangan.
Eniya menekankan pentingnya keterlibatan tenaga kerja dan produk lokal dalam seluruh proses pembangunan. Ia menyoroti keharusan industri dalam negeri untuk mempersiapkan kapasitas produksi panel surya dan peralatan pendukung secara cepat. “Jika sekarang ada pesanan 1 gigawatt, waktu shaping-nya enam bulan—itu terlalu lama. Maka dari itu, industri harus mulai membangun kapasitas produksi sel surya sejak sekarang,” ujarnya. Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap ketergantungan terhadap impor dapat diminimalkan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Pemerintah pusat siapkan skema pinjaman infrastruktur melalui PT SMI, dengan pembayaran dilakukan dari dana bagi hasil yang diterima daerah.
8 September 2026

SMGR Perkuat Ekspansi Pasar Lewat Proyek Strategis dan Reformasi Bisnis
Laba bersih Semen Indonesia tumbuh 445% pada semester pertama 2026, didorong proyek pemerintah, penataan anak usaha, dan pemulihan merek Kujang.
8 September 2026

Jepang Dorong Investasi di Kawasan Rebana, Fokus pada Ekonomi Hijau dan Infrastruktur
Pemerintah bersama JICA gelar seminar untuk memperkuat kemitraan publik-swasta dan menarik investasi di Kawasan Rebana, Jawa Barat, dengan fokus pada industri hijau dan pengembangan infrastruktur strategis.
8 September 2026

Lelang Aset Cuci Uang Rp42 Triliun, Perhiasan dan Tas Mewah Dibuka ke Publik
Ratusan barang mewah hasil sitaan kasus pencucian uang senilai Rp42 triliun di Singapura dilelang secara daring, dengan target pendapatan Rp40,4–54,3 miliar.
8 September 2026
Berita Lainnya

Anak Rentan Iritasi Paru Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.47 WITA

Wisata Bromo Tetap Beroperasi, Syuting Dibekukan Sementara
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Langkah Alami Atasi Tenggorokan Gatal Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Makanan Alami Bantu Atasi Lendir di Tenggorokan Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Motor Agustus 2026 Turun Signifikan
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Mobil Nasional Agustus 2026 Tumbuh, Toyota Puncaki Peringkat
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Harga Apple Naik Akibat Kelangkaan Chip, Penjualan Tetap Stabil
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Penjualan Mobil Capai Rekor Tertinggi, BYD Masuk Lima Besar
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA


