Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

PM Irak Panggil Rapat Darurat Usai Serangan Udara Gabungan AS-Saudi

Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi menggelar rapat darurat keamanan nasional menyusul serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Arab Saudi terhadap target di wilayah timur Irak.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.59 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
PM Irak Panggil Rapat Darurat Usai Serangan Udara Gabungan AS-Saudi📷 Tempo

Kendari, ıNarasikita - Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi memimpin rapat mendesak Dewan Menteri untuk Keamanan Nasional pada dini hari Rabu, 29 Juli 2026, menyusul serangan udara yang menimpa wilayah negara. Sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata, al-Zaidi menekankan urgensi mengevaluasi dampak militer dan politik dari insiden tersebut. Rapat digelar dalam konteks meningkatnya ketegangan regional dan respon terhadap serangan yang dilancarkan dari luar wilayah Irak.

Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa operasi presisi dilakukan oleh pasukan gabungan AS dan Arab Saudi, menargetkan fasilitas logistik dan gudang senjata di Irak timur. Serangan tersebut disebut sebagai respons terhadap lebih dari 30 serangan drone yang diduga berasal dari kelompok yang bersekutu dengan Iran dalam periode 72 jam sebelumnya. Operasi ini menargetkan infrastruktur yang diklaim terkait dengan aktivitas militer dan ancaman terhadap keamanan pasukan AS serta fasilitas energi Arab Saudi.

Pasukan Mobilisasi Populer (PMF), koalisi milisi Syiah yang didukung Iran, melaporkan sejumlah markas mereka mengalami kerusakan akibat serangan. Meskipun tidak menyebutkan jumlah korban, pihak PMF menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan bentuk intervensi asing yang melanggar kedaulatan negara. Mereka menekankan pentingnya menjaga stabilitas internal Irak dan menolak campur tangan asing dalam urusan keamanan nasional.

Pihak keamanan Irak menyatakan bahwa hasil rapat darurat akan diumumkan secara resmi setelah keseluruhan pembahasan selesai. Pernyataan resmi ini diharapkan memberikan kejelasan atas kebijakan respons negara terhadap serangan yang terjadi. Sejauh ini, pemerintah Irak tetap berkomitmen untuk menjaga netralitas dan mencegah eskalasi konflik yang dapat mengancam stabilitas wilayah.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya