Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Polda Metro Siagakan SAR dan Bagikan Masker Antisipasi Erupsi Anak Krakatau

Polda Metro Jaya menyiagakan 30 personel SAR dan membagikan masker kepada warga sebagai antisipasi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih berpotensi terjadi meski aktivitas menurun.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 22.48 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Polda Metro Siagakan SAR dan Bagikan Masker Antisipasi Erupsi Anak Krakatau
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Polda Metro Jaya memperkuat kesiapsiagaan dengan menempatkan tim Search and Rescue (SAR) di lokasi strategis untuk menghadapi kemungkinan dampak dari aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Tim yang terdiri dari 30 anggota dari Seksi Pengamanan dan Penyelamatan (Sie Pammat) serta satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) Pengendalian Massa (Dalmas) Kompi 4, dipastikan siap bergerak cepat jika terjadi keadaan darurat. Apel kesiapsiagaan dipimpin langsung oleh Direktur Samapta Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo, yang menekankan pentingnya kesiapan operasional dalam menangani potensi bencana.

Selain personel, pihak kepolisian juga menyiagakan sejumlah peralatan pendukung, termasuk empat kendaraan roda empat, satu unit kendaraan taktis SAR, truk dapur lapangan beserta kendaraan pendukung, serta satu unit generator set. Langkah ini bertujuan memastikan kelancaran operasional selama masa antisipasi. Dalam kesempatan yang sama, sebanyak 10 personel Ditsamapta turut terlibat dalam kegiatan pembagian masker kepada masyarakat yang beraktivitas di wilayah hukum Polda Metro Jaya sebagai bentuk perlindungan awal terhadap paparan abu vulkanik.

Wahyu menegaskan bahwa pembagian masker bukan hanya bentuk kepedulian, tetapi juga upaya preventif untuk menjaga kesehatan masyarakat. Ia mengimbau warga tetap menjaga kewaspadaan, menghindari paparan langsung di luar ruangan tanpa pelindung, serta memperhatikan kondisi kesehatan. Selama kegiatan berlangsung, situasi di lapangan terpantau aman dan kondusif, dengan cuaca cerah dan tidak ditemukan gangguan keamanan maupun ketertiban masyarakat.

Meski aktivitas Gunung Anak Krakatau menunjukkan tren penurunan berdasarkan pemantauan alat, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM, Rita Susilawati, menegaskan bahwa potensi erupsi susulan tetap ada. Ia menekankan bahwa penurunan aktivitas bukan berarti gunung api telah sepenuhnya berhenti, melainkan masih memungkinkan terjadi erupsi kembali. Kunjungan ke Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Anak Krakatau di Kabupaten Serang menegaskan perlunya konsistensi dalam antisipasi dan pemantauan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya