Polisi Periksa Saksi Kunci dalam Kasus Kematian Sutrimo
Polda Metro Jaya akan memeriksa Febrio Adianto sebagai salah satu saksi kunci terkait pengantaran jenazah Sutrimo, menyusul permintaan keluarga dan proses forensik yang masih berlangsung.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 05.39 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Penyidik Polda Metro Jaya telah menetapkan langkah pengambilan keterangan terhadap Febrio Adianto, yang disebut menjadi salah satu pihak yang turut serta dalam pengantaran jenazah Sutrimo dari Klinik Mordent ke Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring. Keputusan ini diambil berdasarkan usulan dari pihak keluarga almarhum, yang menilai adanya kejanggalan dalam proses penanganan jenazah dan perlu diklarifikasi melalui pemeriksaan saksi tambahan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan bahwa proses pemeriksaan akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan daftar yang diajukan keluarga. Ia menegaskan bahwa Febrio menjadi salah satu nama yang akan didalami sebagai bagian dari upaya mengungkap fakta sebenarnya terkait kematian Sutrimo, yang masih menjadi kasus misterius hingga kini.
Proses penyidikan saat ini masih menunggu hasil dari tim Laboratorium Forensik (Labfor) terhadap jenazah Sutrimo, yang telah diekshumasi pada 12 Agustus lalu di Desa Wlahar, Banyumas. Hasil pemeriksaan forensik, termasuk analisis jaringan, DNA, dan zat yang ditemukan, akan menjadi dasar utama dalam menentukan penyebab kematian. Hasil tersebut rencananya akan disampaikan dalam waktu dekat oleh tim dokter forensik kollegal dan Direktur Reserse Kriminal Umum.
Sebelumnya, polisi telah memeriksa 27 saksi, mencakup pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, saksi di lokasi kejadian, anggota keluarga, serta pihak terkait laporan ke Bareskrim Polri. Di sisi lain, pihak keluarga juga menegaskan bahwa Sutrimo tidak pernah menjabat sebagai kepala rumah tangga (karumga) seperti yang sempat beredar. Menurut kuasa hukum Febrie Adriansyah, almarhum lebih banyak bertugas menjaga rumah kosong dan sering pulang kampung atau bekerja sampingan, sehingga posisinya tidak sesuai dengan narasi yang beredar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Empat Lukisan Renoir Raib dari Museum di Prancis
Empat karya seni Renoir hilang dari museum di Cagnes-sur-Mer, dua di antaranya telah ditemukan kembali dalam penyelidikan yang masih berlangsung.
9 September 2026

Warga Saudi Jadi Korban Penusukan di Mayfair, Polisi Tangkap Pelaku
Seorang warga asing asal Arab Saudi mengalami penusukan di Mayfair, London, dalam insiden percobaan perampokan yang tidak mengancam jiwa.
9 September 2026

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Dua pengendara mobil listrik terlibat baku hantam di SPKLU Samanea, Tangerang, setelah salah satu pihak menolak prosedur antrean digital dan mengklaim telah datang lebih dahulu.
8 September 2026

OJK Perkuat Pengawasan Asuransi Ilegal, Dorong Ekosistem Keuangan Syariah
OJK menegaskan penegakan hukum di sektor asuransi ilegal dan percepatan transformasi keuangan syariah melalui pemisahan unit, ekosistem daerah, serta program edukasi nasional hingga Agustus 2026.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


