Polisi Ungkap Dua Sketsa Pelaku Kericuhan Pejompongan
Polda Metro Jaya menyebut telah memiliki dua sketsa wajah terduga pelaku penganiayaan yang menyebabkan kematian dalam kerusuhan Pejompongan, berdasarkan analisis saksi dan rekaman digital.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 15.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah berhasil mengidentifikasi dua profil wajah terduga pelaku penganiayaan yang berujung pada kematian seorang warga di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada 27 Agustus 2026. Penemuan ini disampaikan langsung oleh Kombes Pol Iman Imanuddin dalam konferensi pers di markas kepolisian, sebagai bagian dari upaya pengungkapan peristiwa kerusuhan yang melibatkan sejumlah massa dan menimbulkan korban jiwa.
Sketsa pertama menggambarkan sosok laki-laki berusia 30 hingga 40 tahun dengan ciri khas wajah oval, alis tipis, bibir tebal, hidung pendek, bola mata berwarna hitam, serta kulit berwarna coklat. Sketsa kedua menampilkan laki-laki dengan bentuk wajah kotak, hidung pesek, bibir bawah tebal, memiliki kumis dan janggut, mata hitam, dan kulit coklat serupa. Kedua gambar hasil pengolahan data dari rekaman CCTV dan konten media sosial yang terkait kejadian.
Proses penyelidikan telah melibatkan pemeriksaan terhadap 14 saksi, termasuk keluarga korban, serta uji laboratorium terhadap video dan rekaman digital yang menjadi bukti pendukung. Dari hasil tersebut, polisi menetapkan 47 orang sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana kekerasan dan perusakan fasilitas umum yang terjadi saat aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR-MPR RI dan sekitar Pejompongan.
Korban tewas, Bambang Setiyawan (59), seorang pedagang cermin, ditemukan meninggal dunia setelah keluar dari rumahnya pada malam kejadian. Istri korban, Sudarsi (56), mengungkapkan bahwa suaminya masih berjualan hingga pukul 16.30 WIB, namun karena melihat massa mulai memadati area, ia meminta Bambang menutup usaha lebih awal. Ia menyatakan keterkejutannya saat mengetahui suaminya tewas, mengingat aktivitas berjualan baru berakhir sekitar pukul 18.00.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Skandal Kuota Haji Rp622 Miliar Terungkap, Saksi Sebut Ada Instruksi Ketik Nama
Pengungkapan dugaan korupsi kuota haji senilai Rp622 miliar menunjukkan adanya praktik manipulasi nama calon jemaah yang disusun berdasarkan arahan tersangka.
9 September 2026

Empat Lukisan Renoir Raib dari Museum di Prancis
Empat karya seni Renoir hilang dari museum di Cagnes-sur-Mer, dua di antaranya telah ditemukan kembali dalam penyelidikan yang masih berlangsung.
9 September 2026

Warga Saudi Jadi Korban Penusukan di Mayfair, Polisi Tangkap Pelaku
Seorang warga asing asal Arab Saudi mengalami penusukan di Mayfair, London, dalam insiden percobaan perampokan yang tidak mengancam jiwa.
9 September 2026

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Dua pengendara mobil listrik terlibat baku hantam di SPKLU Samanea, Tangerang, setelah salah satu pihak menolak prosedur antrean digital dan mengklaim telah datang lebih dahulu.
8 September 2026
Berita Lainnya
Pemadaman Listrik Berlanjut di Kendari dan Konawe, Tertunda Hingga Malam Hari
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
ASN Tunggak Pajak Kendaraan Siap Dikenai Sanksi TPP
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Kebiasaan Malam Sederhana Tingkatkan Kesehatan Kulit
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Pemkot Kendari Tuntaskan Pembangunan Jembatan Wawo
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

KPK Diminta Telusuri Aliran Dana Kasus Tambang di Bombana
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

KPK Diminta Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Tambang Nikel Kabaena
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA


