PPP Perkuat Fondasi Hukum dan Organisasi Hadapi Pemilu 2029
Partai Persatuan Pembangunan menyusun strategi komprehensif untuk memperkuat struktur dan tim hukum menyongsong Pemilu 2029, berdasarkan evaluasi hasil pemilu sebelumnya.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 05.48 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tengah mempercepat proses konsolidasi internal sebagai bagian dari persiapan strategis menghadapi Pemilu 2029. Dalam Rapat Koordinasi Nasional Bidang Hukum yang digelar di Jakarta, tokoh hukum ternama Hamdan Zoelva menegaskan pentingnya eksistensi PPP sebagai warisan perjuangan ulama dan partai Islam yang berakar sejak era pra-kemerdekaan. Ia menekankan bahwa keberadaan partai ini tidak hanya relevan secara ideologis, tetapi juga strategis dalam peta politik nasional.
Hamdan menyoroti perlunya pemisahan tugas antara kepemimpinan partai dan penanganan persoalan hukum. Ia menyarankan agar ketua umum fokus pada konsolidasi organisasi, sementara tim hukum diberi otoritas penuh untuk menangani isu hukum secara proaktif. Menurutnya, dengan waktu tiga tahun sebelum pemilu, PPP harus membangun fondasi yang kokoh melalui penguatan struktur dan aktivasi gerakan di tingkat daerah. Ia menekankan bahwa langkah-langkah hukum harus dimulai sejak tahap awal, termasuk pendaftaran calon dan pelaksanaan kampanye.
Untuk mendukung langkah tersebut, PPP diminta menyusun petunjuk pelaksanaan (juklak) bagi tim hukum yang mencakup prosedur penanganan pelanggaran di setiap tahapan pemilu. Juklak ini harus menjadi panduan konkret bagi kader, mulai dari pengumpulan bukti di tempat pemungutan suara (TPS), dokumentasi hasil penghitungan, hingga pelaporan ke lembaga terkait seperti Bawaslu, DKPP, dan PTUN. Hamdan menegaskan bahwa Mahkamah Konstitusi hanya menjadi ruang terakhir dalam penyelesaian sengketa, setelah semua mekanisme sebelumnya dilalui secara sistematis.
Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono, menegaskan komitmen partai untuk membangun sistem kepartaian yang modern, transparan, dan berbasis data. Ia menyoroti kegagalan dalam Pemilu 2024 sebagai pelajaran penting, di mana perolehan suara nasional mencapai 5,878 juta atau 3,87 persen. Untuk memperbaiki kinerja, PPP telah melaksanakan musyawarah wilayah di 38 provinsi dan musyawarah cabang di 514 kabupaten/kota sejak muktamar September 2025, sementara musyawarah anak cabang di tingkat kecamatan masih berlangsung.
Di samping itu, partai membentuk berbagai badan pendukung, termasuk Badan Pemenangan Pemilu Nasional, Badan IT Nasional, Badan Aset dan Administrasi Nasional, serta Tim Advokasi Nasional. Mardiono menekankan bahwa setiap saksi PPP harus mampu mencatat, mengamankan, dan menyimpan bukti hasil penghitungan suara dari TPS. Dengan sistem terintegrasi, data akan menjadi dasar penilaian dan tindakan cepat bila terjadi pelanggaran. Ia menegaskan bahwa kesiapan bukan hanya soal waktu, tetapi juga kualitas sistem, data, dan SDM yang terlatih.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PMI Manufaktur RI Masih di Zona Kontraksi
Aktivitas industri manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada Agustus 2026, tercatat di level 49,8, menunjukkan penurunan aktivitas produksi.
9 September 2026

Imos 2026 Siap Hadirkan Solusi Mobilitas Modern di Tangerang
Pameran sepeda motor terbesar Tanah Air bakal digelar 20–29 November 2026 di ICE BSD City, menawarkan inovasi teknologi dan beragam solusi mobilitas produktif bagi masyarakat.
8 September 2026

Dana Desa Rp40 T Siap Lunasi Cicilan Kopdes Merah Putih
Pemerintah menjamin pembayaran cicilan proyek Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani bank negara berkat alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
8 September 2026

237 SPBU di Jatim, Bali, NTB, dan NTT Diberi Sanksi BBM Subsidi
Pertamina menerapkan sanksi terhadap 237 SPBU di lima wilayah karena pelanggaran penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


