Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

PPPK Batalkan Aksi 7 September, Janjikan Realisasi 4 Tuntutan

Pengurus PPPK menunda aksi besar 7 September dan berkomitmen merealisasikan empat tuntutan utama sebagai bentuk dialog konstruktif.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 19.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka

Kendari, ıNarasikita - Pengurus Perhimpunan Pemuda Kebangsaan (PPPK) secara resmi membatalkan rencana aksi besar pada 7 September, setelah melakukan pertemuan dengan pihak terkait. Keputusan ini diambil sebagai bentuk respons terhadap upaya dialog yang dibuka oleh pemerintah daerah dan lembaga swadaya masyarakat. Dalam pertemuan tersebut, PPPK menyepakati penundaan aksi sebagai bentuk kepercayaan terhadap komitmen pemerintah untuk menindaklanjuti tuntutan yang telah disampaikan.

Empat tuntutan utama yang disepakati untuk direalisasikan meliputi pengakuan status keorganisasian PPPK sebagai lembaga kemasyarakatan yang sah, peninjauan kembali kebijakan penegakan aturan kegiatan publik, perlindungan hak asasi manusia bagi aktivis, dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan daerah. Keempat poin ini menjadi fondasi utama dalam kesepakatan dialog yang ditandatangani oleh perwakilan PPPK dan perwakilan pemerintah.

Ketua PPPK menyatakan bahwa pembatalan aksi bukan berarti kekecewaan, melainkan langkah strategis untuk memastikan aspirasi dapat direspon secara sistematis. “Kami memilih jalan dialog karena percaya bahwa perubahan bisa terjadi tanpa konflik. Keputusan ini adalah bentuk kepercayaan terhadap proses yang sedang berjalan,” ujar dia dalam pernyataan resmi.

Pihak pemerintah menyambut positif keputusan ini dan menegaskan kembali komitmen untuk memastikan semua tuntutan disampaikan ke forum yang berwenang. Proses realisasi akan dipantau secara transparan dan dilaporkan secara berkala kepada masyarakat. Tujuan akhir tetap pada terwujudnya iklim demokrasi yang inklusif dan keberlanjutan partisipasi publik dalam kebijakan daerah.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya