Prabowo Ancam Potong Dana Transfer Setelah Dana TKD Dikurangi
Ketua Umum Partai Gerindra menegaskan ada bukti dukungan terhadap penurunan dana transfer daerah, dan mengancam pemotongan Dana Transfer Khusus jika kebijakan tetap berlanjut.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 07.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibukaKendari, ıNarasikita - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menyatakan kekecewaan terhadap kebijakan pemerintah yang mengurangi alokasi dana transfer daerah, khususnya Dana Transfer Khusus (TKD). Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak sesuai dengan kewenangan dan kewajiban pemerintah pusat dalam mendukung pembangunan di daerah. Prabowo menilai pemotongan dana ini mengancam kelancaran program pemerintahan daerah dan memperparah ketimpangan pembangunan antarwilayah.
Dalam pernyataannya, Prabowo menegaskan bahwa pihaknya memiliki bukti konkret atas kebijakan pengurangan dana tersebut. Ia menekankan bahwa anggaran yang dikurangi bukan hanya menyangkut keuangan, tetapi juga berdampak pada kualitas layanan publik dan kesejahteraan masyarakat di daerah. Ancaman pemotongan TKD di masa depan disampaikan sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan yang dianggap merugikan daerah.
Prabowo menegaskan bahwa kebijakan pengurangan dana transfer tidak dapat dibiarkan berlangsung tanpa konsekuensi. Ia menegaskan bahwa partainya siap bertindak secara tegas jika pemerintah tetap mengabaikan kewajiban keuangan terhadap daerah. Ancaman ini bukan sekadar retorika, melainkan bentuk respons strategis terhadap ketidakseimbangan anggaran yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.
Tujuan dari pernyataan ini adalah untuk menekan pemerintah agar meninjau kembali kebijakan pengurangan dana transfer daerah. Prabowo menekankan pentingnya menjaga konsistensi kebijakan fiskal yang adil dan berkelanjutan, agar pembangunan di seluruh wilayah Indonesia dapat berjalan merata dan tidak hanya terfokus pada wilayah tertentu.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

China dan Iran Perkuat Koordinasi Diplomasi di Tengah Tegangan Global
Kunjungan Menlu Iran ke Beijing memperkuat aliansi strategis di tengah ancaman sanksi AS, dengan China menawarkan pendekatan multilateral untuk menekan eskalasi konflik Timur Tengah.
17 September 2026

Prabowo Pertimbangkan Perombakan Kabinet di Masa Pemerintahan Kedua
Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapan melakukan reshuffle kabinet menjelang dua tahun kepemimpinannya, dengan fokus pada efisiensi, kompetensi, dan penyelesaian isu strategis seperti pangan, energi, dan kemiskinan ekstrem.
17 September 2026

Pemda Unggul Raih Penghargaan Inovasi Nasional 2025
Delapan pemerintah daerah dari berbagai provinsi meraih penghargaan inovasi nasional atas keberhasilan program pelayanan publik, pengembangan ekonomi lokal, dan penguatan tata kelola pemerintahan berbasis kolaborasi.
17 September 2026

Antrean SPBU di Makassar Disebabkan Oknum Sengaja Modifikasi Tangki
Antrean panjang di SPBU Makassar disebabkan oleh oknum yang memodifikasi tangki kendaraan untuk menyalurkan BBM subsidi secara berlebihan, bukan kelangkaan stok.
17 September 2026
Berita Lainnya

Gigi Juga Menua, Ini Cara Menjaganya Sejak Dini
Kamis, 17 September 2026, 07.44 WITA

El Nino Kategori Sangat Kuat Ancam Kestabilan Iklim Sulawesi Tenggara
Kamis, 17 September 2026, 07.37 WITA

ADB Berikan Pinjaman Rp11,49 Triliun Dorong Modernisasi Fiskal Daerah
Kamis, 17 September 2026, 07.35 WITA

Purbaya dan Mutasi Besar di Kemenkeu Dibatalkan
Kamis, 17 September 2026, 07.35 WITA

Pemilu BARMM Berdarah, 3 Tewas dan 15 Luka dalam Kericuhan Pemungutan Suara
Kamis, 17 September 2026, 07.35 WITA

Jaksa Agung Ukraina Dicopot Usai Kabur Saat Dikaitkan Skandal Korupsi
Kamis, 17 September 2026, 07.34 WITA

Investasi Besar Segera Masuk Indonesia, Prabowo Pastikan Realisasi Capai Target
Kamis, 17 September 2026, 07.34 WITA

Thaci Divonis 25 Tahun atas Kejahatan Perang, Aksi Massa Ricuh di Pristina
Kamis, 17 September 2026, 07.33 WITA


