Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Prabowo Dorong Semua Warga Punya Rekening Bank

Presiden Prabowo Subianto minta BRI dan BSI siapkan rekening koran untuk seluruh warga, berbasis data kependudukan dan integrasi sistem pembayaran QRIS.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 15.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Prabowo Dorong Semua Warga Punya Rekening Bank
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan perbankan negara untuk secara proaktif menjangkau masyarakat guna membuka rekening koran bagi seluruh penduduk Indonesia. Inisiatif ini bertujuan memperluas akses layanan keuangan dan memperkuat infrastruktur penyaluran program pemerintah secara langsung ke masyarakat. Langkah strategis ini ditegaskan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan resmi di kompleks Istana Kepresidenan.

Pada tahap awal, dua bank milik negara, yaitu Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI), ditugaskan untuk mempersiapkan layanan pembukaan rekening secara massal. Proses pengembangan rekening akan dilakukan dengan mengacu pada data kependudukan yang dikelola Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), kemudian dipadukan dengan sistem yang dikelola Bank Indonesia. Integrasi data ini menjadi fondasi utama dalam mempercepat digitalisasi transaksi keuangan.

Salah satu sistem pembayaran yang akan diintegrasikan adalah QRIS, sebagai standar nasional untuk pembayaran digital. Penggunaan QRIS diharapkan mampu meningkatkan literasi dan inklusi keuangan secara signifikan. Airlangga menekankan bahwa tujuan utama adalah mencapai tingkat inklusi dan pemahaman keuangan yang lebih tinggi dibandingkan capaian sebelumnya.

Dengan rekening yang tersedia, pemerintah dapat menyalurkan berbagai bentuk bantuan sosial dan program perlindungan sosial secara lebih akurat dan transparan. Hal ini menjamin dana sampai tepat sasaran tanpa adanya potensi penyimpangan. Saat ini, tingkat inklusi keuangan Indonesia telah mencapai 93,62 persen berdasarkan data OJK dan BPS, sedangkan literasi keuangan berada di angka 69,57 persen—melampaui standar OECD yang ditetapkan di 63 persen.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya