Prabowo Perkuat Posisi Indonesia di Dunia Internasional
Kunjungan Presiden Prabowo ke EEF Rusia menjadi bukti aktivisme diplomasi yang menaikkan eksistensi Indonesia di kancah global.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 10.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan peran strategis Indonesia dalam diplomasi internasional melalui kehadirannya sebagai tamu kehormatan pada Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia. Forum yang berlangsung pada 1–4 September 2026 menjadi ruang penting bagi kolaborasi ekonomi antara Rusia dan negara-negara Asia-Pasifik, termasuk dalam bidang perdagangan, investasi, dan energi. Kehadiran Presiden Prabowo menunjukkan komitmen kuat Indonesia untuk memperluas kemitraan global dengan pendekatan yang berbasis kepentingan nasional.
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan kembali kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif, menekankan bahwa keputusan politik luar negeri tetap ditentukan secara mandiri, namun tetap membuka ruang untuk kerja sama pragmatis. Ia menyampaikan bahwa kunjungan ke Rusia bukan sekadar formalitas, melainkan langkah konkrit untuk mengubah hubungan persahabatan menjadi hasil nyata, seperti kerja sama di bidang pertahanan, keamanan, ekonomi, dan adaptasi perubahan iklim. Setiap pertemuan kenegaraan selalu dibarengi dengan agenda strategis yang dirancang untuk memperkuat posisi Indonesia di tingkat internasional.
Pengamat politik dari Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro, menyebut bahwa era Prabowo telah membawa perubahan signifikan dalam aktivisme diplomasi Indonesia. Menurutnya, kehadiran Presiden Prabowo dalam forum global seperti EEF telah membuka mata dunia terhadap eksistensi Indonesia yang kini lebih dihargai dan diperhitungkan. Ia menekankan bahwa setiap kunjungan diplomasi tidak hanya meningkatkan citra negara, tetapi juga menjadi ajang perjuangan kepentingan nasional dalam forum internasional yang berpengaruh.
Pendekatan ini dianggap sebagai respons terhadap dinamika geopolitik global yang semakin kompleks, di mana Indonesia berupaya memposisikan diri sebagai aktor utama yang tidak hanya mengejar kepentingan sendiri, tetapi juga turut berkontribusi pada perdamaian dan kesejahteraan global. Dengan pendekatan pragmatis dan berbasis kepentingan strategis, Presiden Prabowo menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperkuat hubungan bilateral dengan Rusia, khususnya dalam sektor ekonomi dan pertahanan, melalui mekanisme kerja sama yang terukur dan berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Kelompok Houthi menyangkal tudingan Arab Saudi bahwa rudal mereka menargetkan Makkah dan Madinah, menyebut pernyataan tersebut sebagai kebohongan besar.
25 Oktober 2026

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Dua pesawat latih SF-260 Angkatan Udara Filipina bertabrakan saat latihan, menewaskan empat pilot di Pangkalan Udara Fernando, Batangas.
25 Oktober 2026

Supervisor 34 Tahun Cari Kerja Sesuai Pengalaman
Seorang supervisor berusia 34 tahun berjuang menemukan pekerjaan yang sesuai keterampilan setelah kontrak kerja berakhir, dengan pilihan terbatas dan harapan tetap optimistis meski harus memulai dari bawah.
24 Oktober 2026

Nenek 96 Tahun Raih 15 Juta Pengikut, Bantu Biaya Panti Jompo
Nenek asal Connecticut berhasil menutupi biaya tinggal di panti jompo sebesar Rp190 juta per bulan melalui pendapatan dari media sosial.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Transformasi Energi Indonesia Menapaki Jalur Kemandirian
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.30 WITA

Penghapusan Insentif Flat Hemat Rp3 Triliun untuk MBG
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.29 WITA

Lula dan Flavio Bolsonaro Saling Serang di Debat Akhir Pemilu
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.09 WITA

Koneksi Starlink Stabil di Kecepatan 400 km/Jam, Ungkap Menteri Pertahanan Ukraina
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.08 WITA

Penyintas Serangan Gereja Yordania Ungkap Detik-detik Pelaku Arahkan Pistol
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, Dampaknya Di Bawah 2 Persen
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

Richard Lee: Jangan Lawan Iblis dengan Logika
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Kanye West Tutup Konser GBK dengan Runaway Emosional
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

