Pria Vietnam Ditangkap Usai Curi 1,6 Ton Durian
Seorang pria asal Hai Phong ditangkap setelah mencuri 1,6 ton durian dari kebun di Dak Lak, diduga karena kehabisan uang setelah kehilangan pekerjaan.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 18.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Seorang pria asal Hai Phong, Vietnam, berusia sekitar 35 tahun, diamankan oleh aparat keamanan setempat setelah terbukti mencuri 1,6 ton durian dari sebuah kebun di wilayah Dak Lak. Penangkapan dilakukan pada Senin (31/8), setelah warga setempat melaporkan aktivitas mencurigakan di area pertanian pada malam hari. Kepolisian Komune Ea Knuec kemudian mengamankan pelaku bersama seluruh hasil curian yang berhasil dikumpulkan.
Pelaku, yang diketahui bernama Tang Ngoc Hien, mengaku nekat melakukan pencurian karena kehilangan pekerjaan dan kehabisan uang. Ia menyebutkan bahwa perjalanan dari Hai Phong ke Dak Lak awalnya bertujuan untuk mencari pekerjaan, namun gagal. Dalam kondisi terdesak, ia memilih mencuri durian sebagai cara bertahan hidup. Ia memilih kebun-kebun yang minim pengawasan atau lokasi dengan lalu lintas pejalan kaki rendah, terutama saat malam hari.
Aksi pencurian dilakukan secara bertahap dalam tiga kali kesempatan, dengan total durian yang dirampas mencapai 1,6 ton. Namun, pada aksi ketiganya, pelaku tertangkap basah oleh petugas keamanan yang telah mengamati gerak-geriknya. Seluruh durian yang dicuri berhasil disita dan diserahkan kepada pihak berwenang untuk ditindaklanjuti sesuai hukum.
Durian merupakan komoditas bernilai tinggi di Vietnam, terutama varian Ri6 Grade A dan Monthong, yang dijual antara 54 ribu hingga 59 ribu rupiah per kilogram. Harga tinggi ini disebabkan oleh faktor produksi yang sulit, permintaan tinggi baik domestik maupun ekspor, serta waktu tanam yang panjang hingga pohon berbuah secara optimal. Budidaya durian membutuhkan waktu bertahun-tahun, sehingga nilai ekonomi buah ini sangat tinggi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Dua pengendara mobil listrik terlibat baku hantam di SPKLU Samanea, Tangerang, setelah salah satu pihak menolak prosedur antrean digital dan mengklaim telah datang lebih dahulu.
8 September 2026

OJK Perkuat Pengawasan Asuransi Ilegal, Dorong Ekosistem Keuangan Syariah
OJK menegaskan penegakan hukum di sektor asuransi ilegal dan percepatan transformasi keuangan syariah melalui pemisahan unit, ekosistem daerah, serta program edukasi nasional hingga Agustus 2026.
8 September 2026

Pertamina Perketat Pengawasan BBM Subsidi di Sumbar
Tim gabungan lakukan sidak ke SPBU di Padang untuk pastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran dan sesuai aturan.
8 September 2026

Kasus Kim Soo-hyun dengan Kim Sae-ron Berakhir Tanpa Tuntutan
Penyelidikan terhadap Kim Soo-hyun terkait dugaan hubungan dengan Kim Sae-ron saat masih di bawah umur resmi berakhir tanpa tindak lanjut hukum.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


