Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pria Vietnam Ditangkap Usai Curi 1,6 Ton Durian

Seorang pria asal Hai Phong ditangkap setelah mencuri 1,6 ton durian dari kebun di Dak Lak, diduga karena kehabisan uang setelah kehilangan pekerjaan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 18.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pria Vietnam Ditangkap Usai Curi 1,6 Ton Durian
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Seorang pria asal Hai Phong, Vietnam, berusia sekitar 35 tahun, diamankan oleh aparat keamanan setempat setelah terbukti mencuri 1,6 ton durian dari sebuah kebun di wilayah Dak Lak. Penangkapan dilakukan pada Senin (31/8), setelah warga setempat melaporkan aktivitas mencurigakan di area pertanian pada malam hari. Kepolisian Komune Ea Knuec kemudian mengamankan pelaku bersama seluruh hasil curian yang berhasil dikumpulkan.

Pelaku, yang diketahui bernama Tang Ngoc Hien, mengaku nekat melakukan pencurian karena kehilangan pekerjaan dan kehabisan uang. Ia menyebutkan bahwa perjalanan dari Hai Phong ke Dak Lak awalnya bertujuan untuk mencari pekerjaan, namun gagal. Dalam kondisi terdesak, ia memilih mencuri durian sebagai cara bertahan hidup. Ia memilih kebun-kebun yang minim pengawasan atau lokasi dengan lalu lintas pejalan kaki rendah, terutama saat malam hari.

Aksi pencurian dilakukan secara bertahap dalam tiga kali kesempatan, dengan total durian yang dirampas mencapai 1,6 ton. Namun, pada aksi ketiganya, pelaku tertangkap basah oleh petugas keamanan yang telah mengamati gerak-geriknya. Seluruh durian yang dicuri berhasil disita dan diserahkan kepada pihak berwenang untuk ditindaklanjuti sesuai hukum.

Durian merupakan komoditas bernilai tinggi di Vietnam, terutama varian Ri6 Grade A dan Monthong, yang dijual antara 54 ribu hingga 59 ribu rupiah per kilogram. Harga tinggi ini disebabkan oleh faktor produksi yang sulit, permintaan tinggi baik domestik maupun ekspor, serta waktu tanam yang panjang hingga pohon berbuah secara optimal. Budidaya durian membutuhkan waktu bertahun-tahun, sehingga nilai ekonomi buah ini sangat tinggi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya