Produksi Padi Jateng Capai 6,69 Juta Ton, Target 10,5 Juta Ton Masih Realistis
Produksi padi Jawa Tengah hingga Agustus 2026 mencapai 6,69 juta ton, mendukung optimisme pencapaian target nasional 10,5 juta ton tahun ini.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 17.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kinerja produksi padi Jawa Tengah hingga bulan Agustus 2026 mencatat angka 6,69 juta ton, setara 63 persen dari target tahunan sebesar 10,5 juta ton. Angka ini menjadi dasar optimisme Gubernur Ahmad Luthfi dalam menilai kemungkinan tercapainya target nasional, seiring berlangsungnya panen raya kedua yang hampir memasuki puncak. Kegiatan panen di Desa Kedungbanjar, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang menjadi salah satu representasi realisasi produktivitas yang terus meningkat.
Upaya mendukung produktivitas petani terus dilakukan melalui penyaluran alat pertanian modern, seperti traktor, combine harvester, pompa air, serta bantuan benih secara merata di berbagai kabupaten. Bantuan ini tidak hanya diberikan di Pemalang, tetapi juga menjangkau wilayah lain yang memiliki potensi produksi tinggi. Dengan distribusi alat yang lebih merata, diharapkan efisiensi proses panen dapat ditingkatkan, terutama di daerah yang sebelumnya bergantung pada mesin dari luar wilayah.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng, Defransisco Dasilva Tavares, menekankan pentingnya pendekatan berbasis kearifan lokal dan kondisi iklim. Di wilayah Pantura seperti Kedungbanjar, petani telah menerapkan dua kali panen per tahun dengan sistem rotasi tanam. Di beberapa daerah lain, bahkan terjadi tiga kali musim tanam, tergantung ketersediaan air. Dengan penerapan sistem pertanian modern seperti PMAS, produktivitas dapat ditingkatkan meski hanya dua kali tanam.
Untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas intervensi, Pemprov Jateng menerapkan program Pilar Jateng, yang mengintegrasikan pemetaan infrastruktur lahan, jaringan irigasi, serta kondisi alat mesin pertanian. Data yang terkumpul digunakan sebagai acuan dalam merancang bantuan dan kebijakan peningkatan produksi secara tepat sasaran. Dengan sistem ini, perencanaan pembangunan pertanian bisa lebih akurat dan responsif terhadap kebutuhan lapangan.
Ketua Kelompok Tani Sri Berkah 1 Tegalbati, Petarukan, menyampaikan apresiasi terhadap bantuan combine harvester. Sebelumnya, petani harus mengontrak mesin dari luar daerah, yang sering menunda panen dan memengaruhi harga gabah. Kini, dengan mesin yang tersedia secara lokal, proses panen menjadi lebih cepat dan terhindar dari kerugian akibat keterlambatan. Bantuan ini dianggap menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Jateng.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PMI Manufaktur RI Masih di Zona Kontraksi
Aktivitas industri manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada Agustus 2026, tercatat di level 49,8, menunjukkan penurunan aktivitas produksi.
9 September 2026

Imos 2026 Siap Hadirkan Solusi Mobilitas Modern di Tangerang
Pameran sepeda motor terbesar Tanah Air bakal digelar 20–29 November 2026 di ICE BSD City, menawarkan inovasi teknologi dan beragam solusi mobilitas produktif bagi masyarakat.
8 September 2026

Dana Desa Rp40 T Siap Lunasi Cicilan Kopdes Merah Putih
Pemerintah menjamin pembayaran cicilan proyek Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani bank negara berkat alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
8 September 2026

237 SPBU di Jatim, Bali, NTB, dan NTT Diberi Sanksi BBM Subsidi
Pertamina menerapkan sanksi terhadap 237 SPBU di lima wilayah karena pelanggaran penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026.
8 September 2026
Berita Lainnya

Thailand Perpendek Masa Bebas Visa Jadi 30 Hari Mulai 2026
Rabu, 9 September 2026, 15.45 WITA

Larangan Bungkus Makanan Sarapan di Hotel, Ini Alasannya
Rabu, 9 September 2026, 15.44 WITA

Google Maps Bantu Lacak Lokasi Orang Terdekat Secara Real-Time
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Enam Gunung Api Meletus Bersamaan, Pakar Sebut Bukan Tanda Keterkaitan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Demonstran Serang Anggota Parlemen, Proyek Resor Kushner Jadi Sorotan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Indonesia Belum Siap Jadi Negara Maju Menurut Analisis Terbaru
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Bank Sentral Global Perkuat Cadangan Emas di Tengah Ketegangan Geopolitik
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA

Kapal Filipina Ditangkap di Sulawesi, 25 Rumpon Ilegal Dibongkar
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA


