Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Program Tukar Tambah Motor Bensin Jadi Listrik Dukung Efisiensi Subsidi

Asosiasi Industri Motor Listrik mengusulkan skema tukar tambah motor bensin dengan listrik untuk mempercepat transisi energi dan mengurangi beban subsidi BBM secara bertahap.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 19.40 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Program Tukar Tambah Motor Bensin Jadi Listrik Dukung Efisiensi Subsidi
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Asosiasi Industri Motor Listrik Indonesia (Aismoli) mengusulkan penerapan skema tukar tambah kendaraan roda dua bensin ke motor listrik sebagai langkah strategis dalam mengurangi konsumsi bahan bakar fosil. Usulan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menyebutkan pentingnya menekan anggaran subsidi BBM melalui transformasi kendaraan pribadi. Menurut Ketua Umum Aismoli, Budi Setyadi, mekanisme ini bukan sekadar insentif, tetapi instrumen kebijakan yang dapat mengubah perilaku konsumen secara sistemik.

Dalam skema yang diusulkan, nilai motor bekas menjadi elemen kunci dalam perhitungan transaksi. Dengan penetapan harga jelas dan proses penilaian yang transparan, konsumen dapat lebih mudah memahami selisih biaya saat menukar kendaraan lama. Dengan demikian, proses transisi menjadi lebih terjangkau dan terbuka bagi masyarakat, terutama pengguna motor bensin yang berada di kategori menengah.

Namun, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada proses penukaran di tempat penjualan. Penting untuk memastikan kendaraan bekas yang diserahkan tidak kembali beredar di pasar bekas. Oleh karena itu, Aismoli menekankan perlunya mekanisme penghentian penggunaan permanen, seperti pembongkaran atau pemusnahan kendaraan lama (scrapping), agar tidak digunakan kembali. Tujuannya adalah menjaga efektivitas program dalam menurunkan konsumsi BBM secara nyata.

Budi menegaskan bahwa inti dari skema ini adalah perubahan perilaku dan struktur transportasi berbasis energi bersih. Dengan tidak membiarkan motor lama kembali beroperasi, pemerintah dapat memastikan bahwa setiap tukar tambah benar-benar mengurangi beban subsidi. Program ini, menurutnya, tidak hanya menguntungkan konsumen, tetapi juga mendukung tujuan nasional dalam mempercepat transisi energi dan menjaga keseimbangan fiskal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya