Program Tukar Tambah Motor Bensin Jadi Listrik Dukung Efisiensi Subsidi
Asosiasi Industri Motor Listrik mengusulkan skema tukar tambah motor bensin dengan listrik untuk mempercepat transisi energi dan mengurangi beban subsidi BBM secara bertahap.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 19.40 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Asosiasi Industri Motor Listrik Indonesia (Aismoli) mengusulkan penerapan skema tukar tambah kendaraan roda dua bensin ke motor listrik sebagai langkah strategis dalam mengurangi konsumsi bahan bakar fosil. Usulan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menyebutkan pentingnya menekan anggaran subsidi BBM melalui transformasi kendaraan pribadi. Menurut Ketua Umum Aismoli, Budi Setyadi, mekanisme ini bukan sekadar insentif, tetapi instrumen kebijakan yang dapat mengubah perilaku konsumen secara sistemik.
Dalam skema yang diusulkan, nilai motor bekas menjadi elemen kunci dalam perhitungan transaksi. Dengan penetapan harga jelas dan proses penilaian yang transparan, konsumen dapat lebih mudah memahami selisih biaya saat menukar kendaraan lama. Dengan demikian, proses transisi menjadi lebih terjangkau dan terbuka bagi masyarakat, terutama pengguna motor bensin yang berada di kategori menengah.
Namun, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada proses penukaran di tempat penjualan. Penting untuk memastikan kendaraan bekas yang diserahkan tidak kembali beredar di pasar bekas. Oleh karena itu, Aismoli menekankan perlunya mekanisme penghentian penggunaan permanen, seperti pembongkaran atau pemusnahan kendaraan lama (scrapping), agar tidak digunakan kembali. Tujuannya adalah menjaga efektivitas program dalam menurunkan konsumsi BBM secara nyata.
Budi menegaskan bahwa inti dari skema ini adalah perubahan perilaku dan struktur transportasi berbasis energi bersih. Dengan tidak membiarkan motor lama kembali beroperasi, pemerintah dapat memastikan bahwa setiap tukar tambah benar-benar mengurangi beban subsidi. Program ini, menurutnya, tidak hanya menguntungkan konsumen, tetapi juga mendukung tujuan nasional dalam mempercepat transisi energi dan menjaga keseimbangan fiskal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang menutupi kaca mobil berpotensi menyebabkan baret jika wiper digunakan secara salah, sebagaimana dijelaskan pakar otomotif ITB.
8 September 2026

Agustus 2026 Catat Rekor Penjualan Mobil Baru
Penjualan mobil baru di Indonesia mencapai rekor tertinggi sepanjang 2026, didorong lonjakan penjualan ritel dan momentum GIIAS yang sukses menarik minat konsumen.
8 September 2026

Penjualan Mobil Agustus 2026 Tembus Rekor 83 Ribu Unit
Penjualan mobil ritel di Agustus 2026 mencatat rekor tertinggi sepanjang tahun, melampaui angka 80 ribu unit, didorong oleh momentum GIIAS 2026 dan pertumbuhan tahunan signifikan.
8 September 2026

Pemerintah Siap Bangun Pabrik Motor Listrik Nasional
Pemerintah RI menegaskan komitmen membangun pabrik motor listrik sendiri melalui program MOLINAS demi percepatan industri hijau dan kemandirian teknologi nasional.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


