Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Proyek Metanol Berbasis Batu Bara Siap Diluncurkan di Kalimantan Timur

Groundbreaking proyek gasifikasi batu bara menjadi metanol di Kutai Timur ditandai Wakil Menteri ESDM, dengan target produksi 2 juta ton per tahun untuk kurangi impor dan tingkatkan nilai tambah sumber daya alam.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 18.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Proyek Metanol Berbasis Batu Bara Siap Diluncurkan di Kalimantan Timur
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah resmi memulai tahap konstruksi Proyek Strategis Nasional pengolahan batu bara berkalori rendah menjadi metanol di Kutai Timur, Kalimantan Timur. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, yang menegaskan bahwa proyek ini merupakan bentuk nyata dari komitmen pemerintah dalam menekan ketergantungan impor produk petrokimia serta memperkuat industri dalam negeri melalui hilirisasi sumber daya alam.

Proyek yang dikembangkan oleh PT Bumi Etam Chemical (BEC) akan mengolah sekitar 7,7 juta ton batu bara per tahun dengan kalori 3.400 kcal/kg menjadi metanol berstandar internasional sesuai kriteria IMPCA Grade. Dengan kapasitas produksi 2 juta ton per tahun, proyek ini ditargetkan dapat memenuhi kebutuhan domestik dan mengurangi impor metanol sebesar 1,3 juta ton pada 2025, senilai Rp 7,1 triliun.

Proses pengembangan telah memasuki tahap engineering melalui penyelesaian Front-End Engineering Design (FEED) serta perjanjian kerja sama EPCC dengan PT Istana Karang Laut dan China National Chemical Engineering Co., Ltd. (CNCEC), dengan target commissioning pada 2029. Selain itu, infrastruktur pendukung seperti pembangkit listrik, fasilitas pengolahan air, terminal pelabuhan, dan sistem pengendalian emisi termasuk integrasi teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) telah disiapkan.

Metanol hasil produksi akan digunakan sebagai bahan baku utama dalam industri petrokimia, formaldehida, serta mendukung program B50 dan pengembangan biodiesel FAME. Dengan demikian, proyek ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah batu bara, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi luas melalui penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan sektor pendukung.

Presiden Direktur BEC, Rio Supin, menyatakan komitmen perusahaan dalam mendukung kemandirian energi nasional. Ia menilai proyek ini sebagai langkah strategis yang sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam program Asta Cita, sekaligus menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam mendorong hilirisasi batu bara berkalori rendah yang melimpah di Kalimantan dan Sumatera.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya