Proyek Metanol Berbasis Batu Bara Siap Diluncurkan di Kalimantan Timur
Groundbreaking proyek gasifikasi batu bara menjadi metanol di Kutai Timur ditandai Wakil Menteri ESDM, dengan target produksi 2 juta ton per tahun untuk kurangi impor dan tingkatkan nilai tambah sumber daya alam.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 18.30 WITA·👁 5 orang membaca· 0 hari ini · 20x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah resmi memulai tahap konstruksi Proyek Strategis Nasional pengolahan batu bara berkalori rendah menjadi metanol di Kutai Timur, Kalimantan Timur. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, yang menegaskan bahwa proyek ini merupakan bentuk nyata dari komitmen pemerintah dalam menekan ketergantungan impor produk petrokimia serta memperkuat industri dalam negeri melalui hilirisasi sumber daya alam.
Proyek yang dikembangkan oleh PT Bumi Etam Chemical (BEC) akan mengolah sekitar 7,7 juta ton batu bara per tahun dengan kalori 3.400 kcal/kg menjadi metanol berstandar internasional sesuai kriteria IMPCA Grade. Dengan kapasitas produksi 2 juta ton per tahun, proyek ini ditargetkan dapat memenuhi kebutuhan domestik dan mengurangi impor metanol sebesar 1,3 juta ton pada 2025, senilai Rp 7,1 triliun.
Proses pengembangan telah memasuki tahap engineering melalui penyelesaian Front-End Engineering Design (FEED) serta perjanjian kerja sama EPCC dengan PT Istana Karang Laut dan China National Chemical Engineering Co., Ltd. (CNCEC), dengan target commissioning pada 2029. Selain itu, infrastruktur pendukung seperti pembangkit listrik, fasilitas pengolahan air, terminal pelabuhan, dan sistem pengendalian emisi termasuk integrasi teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) telah disiapkan.
Metanol hasil produksi akan digunakan sebagai bahan baku utama dalam industri petrokimia, formaldehida, serta mendukung program B50 dan pengembangan biodiesel FAME. Dengan demikian, proyek ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah batu bara, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi luas melalui penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan sektor pendukung.
Presiden Direktur BEC, Rio Supin, menyatakan komitmen perusahaan dalam mendukung kemandirian energi nasional. Ia menilai proyek ini sebagai langkah strategis yang sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam program Asta Cita, sekaligus menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam mendorong hilirisasi batu bara berkalori rendah yang melimpah di Kalimantan dan Sumatera.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Uji Lapangan HD785-7 Hybrid EREV Dimulai di Pertambangan Indonesia
Uji lapangan alat berat hybrid EREV Komatsu dilakukan di lokasi pertambangan milik anak usaha United Tractors untuk mengukur efisiensi dan kinerja teknologi elektrifikasi.
24 Oktober 2026

Rantai Pasok Tangguh Kunci Optimalisasi Nilai Mineral Kritis
Investasi terkoordinasi dan rantai pasok yang kuat menjadi kunci utama untuk mengeksploitasi nilai tambah tinggi dari mineral kritis di Indonesia.
24 Oktober 2026

Antam Siap Kelola Tambang Emas Baru di Papua
Pemerintah menutup operasional tambang emas PT Kristalin Eka Lestari di Nabire dan menyerahkan kawasan seluas 275,36 hektare kepada PT Aneka Tambang Tbk untuk pengelolaan berkelanjutan.
24 Oktober 2026

ANTAM Perkuat Fondasi Bisnis untuk Nilai Tambah Jangka Panjang
Perusahaan tambang nasional mencatatkan pertumbuhan signifikan di semester pertama 2026, dengan pendapatan Rp62,71 triliun dan laba naik 34%, seiring fokus pada hilirisasi dan optimalisasi operasional.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.24 WITA

