Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pupuk Indonesia Perkuat Tata Kelola Penyaluran di Takalar

Pupuk Indonesia gelar evaluasi dan sosialisasi tata kelola pupuk bersubsidi di Takalar untuk pastikan distribusi tepat sasaran dan akuntabel.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 18.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pupuk Indonesia Perkuat Tata Kelola Penyaluran di Takalar
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Pupuk Indonesia (Persero) menggelar kegiatan Pilar Tani di Kabupaten Takalar sebagai langkah strategis memperbaiki sistem penyaluran pupuk bersubsidi. Kegiatan ini menjadi forum koordinasi antara pemerintah daerah, distributor, dan petani untuk menyelaraskan pemahaman terhadap kebijakan dan prosedur administrasi penyaluran. Fokus utamanya adalah memastikan pupuk sampai ke petani yang berhak sesuai prinsip 7 Tepat—tepat penerima, tepat jenis, tepat jumlah, tepat waktu, tepat harga, tepat tempat, dan tepat mutu.

Wisnu Ramadhani, Regional CEO 4 Pupuk Indonesia, menegaskan bahwa efektivitas distribusi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan stok, tetapi juga oleh keakuratan dan transparansi dalam administrasi. Ia menekankan pentingnya dokumentasi yang konsisten dari tahap pendaftaran petani hingga proses penebusan. Setiap transaksi harus dapat dipertanggungjawabkan, dengan data yang valid dan terverifikasi untuk mencegah penyimpangan seperti penyaluran ke penerima tidak terdaftar atau pelanggaran harga.

Hingga Agustus 2026, Kabupaten Takalar telah menerima alokasi pupuk bersubsidi sebesar 31.776 ton, dengan realisasi penebusan mencapai 15.286 ton atau sekitar 48 persen. Capaian ini menunjukkan adanya minat tinggi dari petani, namun tetap perlu pendampingan ketat agar distribusi tidak mengalami ketimpangan atau penyimpangan. Pupuk Indonesia mengidentifikasi risiko seperti penyaluran di luar wilayah alokasi, pelanggaran harga, dan penebusan melebihi kuota sebagai ancaman utama yang harus dicegah secara preventif.

Kegiatan ini juga melibatkan Tim Kerja Administrasi Pupuk Bersubsidi dari Kementerian Pertanian yang hadir untuk memperkuat sinergi antarlembaga. Dengan melibatkan semua pemangku kepentingan, Pupuk Indonesia berharap tercipta sistem yang lebih terintegrasi, akuntabel, dan responsif terhadap permasalahan lapangan. Tujuannya adalah memastikan pupuk bersubsidi benar-benar menjadi alat penunjang produktivitas pertanian dan mendukung target swasembada pangan nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya